Breaking News:

BATAM TERKINI

Pengawas Ketenagakerjaan Investigasi Kecelakaan Kerja di PT Marcopolo Shipyard Batam, 1 Tewas

Pengawas Ketenagakerjaan Kepri mengumpulkan bukti-bukti terkait penyebab kecelakaan kerja di PT Marcopolo Shipyard yang menewaskan Calvin Alfahrizi

TRIBUNBATAM.id/PERTANIAN SITANGGANG
Pengawas Ketenagakerjaan Investigasi Kecelakaan Kerja di PT Marcopolo Shipyard Batam, 1 Tewas. Foto lokasi kejadian laka kerja di PT Marcopolo Shipyard Dapur 12 Sagulung Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepri wilayah kerja Kota Batam masih menginvestigasi penyebab kecelakaan kerja di PT Marcopolo Shipyard.

Dalam insiden itu, seorang pekerja bernama Calvin Alfahrizi (21) tewas, setelah terjatuh dari tangga kapal dengan ketinggian 12 meter pada Senin (19/4/2021) lalu.

"Masih dicari tahu penyebabnya. Tim masih berada di lapangan sampai hari ini," ucap Kepala Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepri wilayah kerja Batam, Sudianto saat dikonfirmasi Tribun Batam, Kamis (22/4/2021).

Ia melanjutkan, tim pengawas masih mengumpulkan sejumlah bukti penyebab laka kerja.

Proses investigasi meliputi banyak hal. Mulai dari penyebab kecelakaan, adakah kelalaian pekerja hingga kelalaian dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Hal ini dianggap sangat penting, mengingat K3 sangat berdampak terhadap keselamatan pekerja.

"Kalau untuk korban yang meninggal, baru ini yang meninggal," katanya.

Disinggung mengenai sanksi bagi perusahaan yang tidak menjalankan K3 ini, Sudianto menjawab, sesuai Undang-Undang No 1 Tahun 1970 pasal 11 C menyebutkan, perusahaan wajib menyediakan secara cuma-cuma semua alat perlindungan diri tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya.

Termasuk setiap orang yang memasuki tempat kerja tersebut, disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.

Pada pasal 15 ayat 2 menegaskan, bagi perusahaan yang tidak menjalankan K3, dapat diberikan ancaman pidana dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 100 ribu.

Halaman
1234
Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved