Sosok Brigjen Helmy Santika yang Bongkar Investasi Bodong Terbesar, Pernah Jadi Kapolresta Barelang
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Pol Helmy Santika menyebut, pihaknya menemukan banyak mata uang asing saat menggeledah k
Investasi Bodong EDC Cash Punya 57 Ribu Member
TRIBUNBATAM.id |JAKARTA - Polisi berhasil mengungkap kasus penipuan investasi EDC Cash.
EDC Cash merupakan modus penipuan menggunakan skema multi level marketing (MLM).
Total member EDC Cash ini mencapai 57 ribu orang dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 285 miliar.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Pol Helmy Santika menyebut, pihaknya menemukan banyak mata uang asing saat menggeledah kediaman pelaku.
Polisi juga menyita 14 kendaraan mewah seperti Ferrari, McLaren, Alphard, dan sebagainya.
Selain itu uang dari berbagai mata uang. Di antaranya dolar Zimbabwe, uro, dolar Hongkong, riyal Iran, dan pound Mesir. “Ada uang cash yang terdiri dari pecahan rupiah sekitar Rp 3,3 miliar. Kemudian 6,020 juta euro, 1 miliar dolar Hong Kong, 1 triliun dolar Zimbabwe, 19.600 riyal Iran dan 100 juta pound Mesir,” kata Helmy di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/4).
Helmy menyatakan, pihaknya masih tengah berkoordinasi dengan kedutaan besar negara untuk memastikan keaslian uang-uang tersebut. "Ini nanti akan kita lakukan konfirmasi kepada kedutaan yang bersangkutan. Apakah uang ini asli atau tidak,” katanya.
Modus operandinya sama dengan model investasi bodong pada umumnya, yang dikenal dengan skema ponzi.
Seorang nasabah menyetorkan investasi Rp 5 juta. Nasabah tersebut kemudian diminta untuk merekrut nasabah baru.
Jika berhasil mendapatkan member baru, akan mendapatkan keuntungan 0,5 persen per hari atau 15 persen per bulan dari total investasi.
Namun jika member aktif merekrut nasabah, dia akan mendapatkan lebih banyak keuntungan. "Dijanjikan bahwa diam saja, akan mendapatkan keuntungan 0,5% perhari dan 15% per bulan itu untuk diam saja. Apalagi kalau dia aktif mencari downline dia akan mendapat 35 poin," jelas dia.
Namun, investasi ini menggunakan koin dinar sehingga bernama E-Dinar Coin (EDC) Cash.
Uang-uang itu ditukarkan dengan koin sebanyak 200 koin dinar. Member juga membayar sewa cloud (tempat penyimpanan) satu bulan ke depan dan akumulasi untuk sponsor (upline).
"Jadi, investasi Rp 5 uang itu akan dikonversikan menjadi koin senilai 200 koin serta Rp 1,3 juta untuk sewa cloud satu bulan dan lain-lain," kata Helmy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/mobil-meewash.jpg)