Breaking News:

ROHANI KRISTEN

Renungan Kristen, Iri Hati dan Dengki Membusukkan Tulang Tetapi Hati yang Tenang Menyegarkan Tubuh

Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

Istimewa
Pendeta Hanny Andries Gembala Rayon 10 Gereja Tabgha Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kisah ini dimulai dari Kitab Kejadian 37:5-11. Ayat 5" Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

Di Ayat 7, Yusuf mulai menceritakan mimpinya, “Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu”.

Yusuf tidak sadar bahwa keluguan menceritakan mimpinya menimbulkan pikiran negatif dan kebencian dari saudara-saudaranya terhadap Yusuf. Karena diselimuti rasa benci, cemburu dan iri hati yang sudah menutupi akal sehat para saudara Yusuf pada waktu itu, Yusuf akhirnya dijual oleh saudara-saudaranya.

Baca juga: Renungan Kristen, Roh Kudus Mampu Insafkan Orang-orang akan Dosanya dan Berbalik kepada Tuhan

Ruben, salah satu saudara Yusuf, sebenarnya masih memiliki rasa belas kasihan terhadap Yusuf ketika dia dimasukkan ke dalam sumur dan dijual. Namun akhirnya Ruben tidak mengikuti suara Roh Kudus yang berbicara kepadanya pada waktu itu dan kepekaan itu mulai hilang dan tidak berbicara lagi kepadanya.

“Iri hati akan menutup telinga kita terhadap suara Roh Kudus”
Dari pengalaman Yusuf ini, kita harus belajar berhati-hati kepada siapa kita menyampaikan mimpi Ilahi kita. Bahkan di era digital sekarang, seringkali mimpi itu kita sampaikan kepada orang-orang yang tidak tepat, maka orang lain dapat membunuh impian kita.

Sebaliknya, jika hal ini didengar oleh orang yang tepat maka kita akan diberikan semangat untuk mengejar mimpi Ilahi tersebut. Ceritakanlah itu kepada Tuhan, dan kepada Gembala atau pemimpin rohanimu. Karena ketika kita bercerita kepada pemimpin rohani kita, mereka akan terus mendoakan itu sampai bisa tergenapi dalam hidup kita.

Rasa iri hati saudara-saudara Yusuf berujung kepada hal-hal buruk yang mereka alami di kemudian hari. Fakta dalam Alkitab mencatat bahwa orang yang iri hati akan mengalami kematian rohani, bahkan akan menyebabkan terjadinya penyakit fisik. Amsal 14:30 berkata “ Hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati membusukkan tulang”.

Dalam terjemahan Alkitab The Massage menuliskan “Corcode the Bones” yang artinya osteoporosis atau keropos pada tulang. Karena itu kalau ada orang-orang yang mendadak sakit tulang, kanker tulang, dan segala penyakit yang berhubungan dengan tulang mungkin saja orang tersebut menyimpan iri hati.

Selanjutnya , Alkitab juga mencatat bahwa iri hati akan membuat segala jerih payah dan usaha yang kita lakukan akan sia-sia. Pengkhotbah 4:4 menuliskan, “ Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati terhadap seseorang terhadap yang lain.

Baca juga: Renungan Kristen, Kuasa Kebangkitan Tuhan Yesus,Membuat Kita Dapat Menyelesaikan Amanat Agung

Inipun kesia-siaaan dan usaha menjaring angin. Iri hati juga akan membuat hidup kita mencaji kacau sebagaimana tertulis dalam kitab Yakobus 3:16 “ Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat”.
Ada beberapa tips yang dapat kita lakukan agar kita terhindar dari perasaan iri hati. Ketika kita diperhadapkan pada suatu masalah yang seharusnya tidak menjadi urusan kita, maka kita tidak usah mengurusi masalah orang lain, atau yang biasa disebut orang : kepo.

Halaman
12
Penulis: Sihat Manalu
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved