Selasa, 14 April 2026

Matroji Minta Doa ke Masjid agar Anaknya Selamat di KRI Nanggala 402, Tahu Kabar dari YouTube

Matroji Minta Doa ke Masjid agar Anaknya Selamat di KRI Nanggala 402, Tahu Kabar dari YouTube

ISTIMEWA via SURYA
Matroji Sudiharjo (54) memegang foto anaknya, Kelasi Satu (Mesin) Muhammad Faqihudin Munir, awak kapal selam Nanggala 402, Sabtu (24/4/2021). 

TRIBUNBATAM.id - Meski telah dinyatakan hilang, Matroji Sudiarjo (54) masih berharap anak sulungnya selamat dari KRI Nanggala 402.

Diketahui, sang anak, Kelasi Satu (Mesin) Muhammad Faqihudin Munir (26) menjadi salah satu dari 53 kru yang berlayar di kapal selam itu.

Salah satu upaya yang dilakukan Matroji adalah meminta doa.

Warga Dusun Juranggangul RT 2 RW 1, Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung ini punya permintaan khusus pada kepala desanya. 

Kepada Kepala Desa Pulotondo, Mawardi, ia meminta agar Faqihudin didoakan di setiap musala atau masjid.

“Saya mohon diumumkan di musala atau masjid, supaya mendoakan anak saya agar bisa cepat ditemukan,” ucap Matroji, Sabtu (24/4/2021), saat ditemui di rumahnya.

Matroji berkisah, anaknya selalu menghubungi setiap kali akan berlayar bersama Nanggala 402.

Melansir artikel dengan judul Ada Dua warga Ngunut Tulungagung di KRI Nanggala, Orang Tua Minta Didoakan di Setiap Masjid, terakhir Faqihudin menelepon pada Senin (19/4/2021) lalu.

Putranya itu mengaku akan berlayar dari Surabaya menuju ke Bali.

Baca juga: Bukan Meledak, KSAL Duga KRI Nanggala 402 Alami Keretakan Dahsyat Bertahap

Baca juga: Resmi Dinyatakan Subsunk, Inilah 3 Prosedur Pencarian KRI Nanggala 402

Baca juga: Canggihnya Pesawat P8 Poseidon Milik AS, Dikerahkan untuk Cari KRI Nanggala 402

“Kalau telepon pasti cerita mau berlayar ke mana, terus minta didoakan agar selamat,” ujar Matroji.

Sementara itu, Keluarga tahu kabar hilang kontak Nanggala 402 dari tayangan Youtube.

Masih menurut Matroji, saat itu istrinya tengah memutar Youtube dan melihat berita Nanggala 402.

Mengetahui kapal itu yang biasa diawaki oleh Faqihudin, meledaklah tangis keluarga ini.

“Begitu tahu Nanggala 402, la itu kan kapal anak saya. Hari Rabu dan Kamis kemarin saya tidak bisa diajak ngomong (karena sedih),” ujarnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved