KRI NANGGALA 402

Panglima TNI Tundukkan Kepala, 53 Prajurit Hiu Kencana di KRI Nanggala-402 Gugur

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan 53 prajurit Korps Hiu Kencana di KRI Nanggala-402 telah gugur

(Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews dan istimewa)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan kapal selam KRI Nanggala 

Setibanya di Reijeka (Yugoslavia), rombongan meneruskan perjalanan dengan kereta api ke Polandia lewat Ceko dan Hongaria secara nonstop.

Digembleng 9 bulan

Foto file. Awak kapal KRI Nanggala 402. Foto diambil di di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu  (20/4/2019)Antara Foto Foto file. Awak kapal KRI Nanggala 402. Foto diambil di di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/4/2019)

Kurang lebih 9 bulan lamanya mereka semua dilatih oleh personel Rusia agar menjadi awak kapal selam yang andal di Gdanz. Tak cuma itu, juga dikenalkan praktik berlayar yang dilakukan di Laut Baltik.

Setelah selesai pendidikan, mereka diangkut dengan kereta api Trans Siberia selama 9 hari menuju Vladivostok.

Di situ, dua kapal selam Whiskey Class, buatan Uni Soviet, telah menunggu untuk dilayarkan ke Indonesia melalui Samudra Pasifik.

Akan tetapi, dalam perjalanannya ke Indonesia, kedua kapal selam tetap berbendera Rusia yang sebagian besar ABK adalah orang Indonesia.

Tepat pada 7 September 1959 sore, dua kapal selam berukuran panjang 76 meter plus bersenjata 12 torpedo itu bersandar di dermaga Surabaya.

ABK yang sebelumnya telah dilatih di luar negeri, kembali digembleng selama satu minggu di bawah instruktur Rusia.

12 kapal selam

FOTO ARSIP - Heli Bell 412 EP milik Skuadron Udara 400 Wing Udara 1 Puspenerbal bermanuver di atas Kapal Selam KRI Nanggala-402, saat Latihan Kerjasama Taktis KRI dan Pesawat Udara 2014 di Laut Jawa 50 Mil Utara Tuban, Jatim, Selasa (6/5/2014). ANTARA FOTO/Eric Ireng/rwa.ERIC IRENG FOTO ARSIP - Heli Bell 412 EP milik Skuadron Udara 400 Wing Udara 1 Puspenerbal bermanuver di atas Kapal Selam KRI Nanggala-402, saat Latihan Kerjasama Taktis KRI dan Pesawat Udara 2014 di Laut Jawa 50 Mil Utara Tuban, Jatim, Selasa (6/5/2014). ANTARA FOTO/Eric Ireng/rwa.

Pada 12 September 1959, kedua kapal selam itupun resmi masuk jajaran kekuatan ALRI dan diberi nama RI Tjakra/S-01 dan RI Nanggala/S-02.

Sejak saat itu, Indonesia mempunyai kapal selam yang menambah kekuatan angkatan laut untuk beroperasi di atas air, bawah air, darat, dan udara seperti konsepsi angkatan laut modern.

Tak cukup mendatangkan dua kapal selam, Indonesia kembali memesan 10 kapal selam dari kelas yang sama dari Rusia.

Namun sebelumnya, para ABK diminta untuk berlatih di Vladivostok, tempat di mana terdapat pangkalan kapal selam terbesar milik Rusia di Pasifik.

Gelombang kedua sebanyak empat kapal selam datang pada Desember 1961 dan diberi nama RI Nagabanda, RI Trisula, RI Nagarangsang, dan RI Tjandrasa.

Lalu, pada 1962, datang lagi enam kapal selam baru yang dilengkapi senjata torpedo jenis SEAT-50, torpedo ini menjadi yang terbaik pada zamannya dan hanya Rusia serta Indonesia yang memilikinya.

Keenam kapal selam itu mengambil nama senjata dari dunia pewayangan, masing-masing yakni RI Widjajadanu, RI Hendradjala, RI Bramasta, RI Pasopati, RI Tjundamani, dan RI Alugoro.

Minat jadi korps Hiu Kencana? 

Kapal selam KRI Nanggala-402 bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (6/9/2014). Kegiatan itu bagian dari penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana kepada Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana.KOMPAS/DWI BAYU RADIUS Kapal selam KRI Nanggala-402 bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (6/9/2014). Kegiatan itu bagian dari penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana kepada Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana.

Tidak sembarang orang bisa menjadi anggota korps Hiu Kencana. Untuk jadi hiu, dibutuhkan karakteristik khusus. Nomor satu, mental.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved