Breaking News:

Gaji Korps Kapal Selam Hiu Kencana Lebih Besar dari Satuan Lain, Seleksi Ketat Penuh Risiko

Gaji Korps Kapal Selam Hiu Kencana Lebih Besar dari Satuan Lain, Seleksi Ketat Penuh Risiko

ISTIMEWA
HIU KENCANA - Gaji Korps Kapal Selam Hiu Kencana Lebih Besar dari Satuan Lain, Seleksi Ketat Penuh Risiko 

TRIBUNBATAM.id - Menghadapi pekerjaan penuh risiko, Korps Hiu Kencana, satuan khusus kapal selam TNI AL rupanya mendapat gaji yang lebih tinggi.

Hal ini tak mengherankan, mengingat bahaya dan risiko yang mengintai.

Sejak tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, Korps Hiu Kencana memang menjadi sorotan.

Korps baret hitam pun mengerahkan segala tenaga untuk mencari dan mengevakuasi.

Selama ini, Korps Hiu Kencana cenderung jarang tersorot.

Mereka bekerja dalam sunyi, seperti prinsip kapal selam yang tak terlihat.

Tragedi ini mengingatkan kembali risiko besar yang dihadapi prajurit Satuan Kapal Selam (Satsel) yang berhadapan dengan kematian dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI meski pengabdiannya dilakukan senyap.

Meski mungkin tak setenar satuan lain seperti Kopassus atau Marinir, petinggi setingkat menteri atau kepala staf angkatan di TNI dan Kapolri selalu bersedia menjadi warga kehormatan dengan menerima Brevet Hiu Kencana.

Baca juga: Sejarah Korps Hiu Kencana, Satuan Khusus Kapal Selam Berdiri sejak 1959, Seleksi Ketat

Baca juga: Saya Pamit Berlayar, Video Call Terakhir Serda Guntur Kru KRI Nanggala 402 dengan Istri

Baca juga: Firasat Serda Diyut Sebelum Tugas di KRI Nanggala, Istri Sempat Chat Bangunkan Sahur

Bekerja dalam sunyi

Anggota TNI AL melihat melalui periskop Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Dermaga Madura Komando Armada RI Kawasan Timur di Surabaya, Senin (6/2/2012).

Foto : Anggota TNI AL melihat melalui periskop Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Dermaga Madura Komando Armada RI Kawasan Timur di Surabaya, Senin (6/2/2012). (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Karakter kerja kapal selam berikut awaknya, sebagaimana pernah disampaikan pemerhati militer, F Djoko Poerwoko, di harian Kompas pada 9 September 2009, selalu dalam sunyi.

Tugasnya jauh dari publikasi dan karang terlihat lawan maupun kawan.

Rakyat juga tidak perlu tahu di mana kapal selam TNI AL beroperasi.

Tugas mereka yang berat hanya mendapatkan perlakuan lebih dari negara, yaitu kenaikan gaji berkala yang datang setiap tahun, sedangkan prajurit TNI lainnya datang setiap dua tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved