Jumat, 5 Juni 2026

KESEHATAN

Ini 11 Alasan Mengapa Menstruasi Berlangsung Lebih Lama, Waspadai Kanker Serviks

Tentu akan terasa mengkhawatirkan bila siklus menstruasi yang semula teratur, tiba-tiba menjadi tidak teratur. Apalagi, jika menstruasi berlangsung ..

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi menstruasi 

TRIBUNBATAM.id - Tentu akan terasa mengkhawatirkan bila siklus menstruasi yang semula teratur, tiba-tiba menjadi tidak teratur. 

Apalagi, jika menstruasi berlangsung lebih lama atau lebih lambat dari biasanya. Namun, perlu diingat, bahwa siklus menstruasi setiap orang berbeda-beda. 

Tidak ada dua siklus menstruasi yang persis sama. Beberapa siklus bisa berlangsung satu hari sementara yang lain bisa berlangsung seminggu atau bahkan lebih, dan waktu di antara menstruasi juga bisa berbeda-beda. 

Jadi, selama satu periode, rahim melepaskan lapisannya, menyebabkan darah dan jaringan keluar melalui vagina. 

Jumlah darah dan jaringan dapat bervariasi dari hari ke hari, umumnya menstruasi berhenti sekitar 2–7 hari setelah dimulai, tetapi terkadang bisa lebih lama dari biasanya. 

Dilansir Medicalnewstoday, Senin (19/8/2019) terdapat beberapa alasan mengapa menstruasi tak kunjung berhenti, seperti penggunaan alat kontrasepsi dan adanya masalah kesehatan yang mendasarinya di antaranya:

1. Ovulasi

Beberapa orang mengalami pendarahan saat ovulasi, yaitu saat ovarium melepaskan sel telur.

Dalam kebanyakan kasus, ovulasi hanya akan menghasilkan bercak kecil dan tidak menjadi perhatian utama.

Ketika itu terjadi menjelang akhir periode, bercak dari ovulasi dapat membuatnya tampak seolah-olah menstruasi berlangsung lebih lama dari biasanya.  

2. Alat kontrasepsi dalam rahim

Seorang profesional perawatan kesehatan dapat memasukkan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) ke dalam rahim untuk membantu mencegah kehamilan.

Dua jenis utama IUD, hormonal dan nonhormonal, keduanya dapat menyebabkan perdarahan abnormal. 

3. PIL KB hormonal

Pil KB hormonal mengubah kadar hormon alami tubuh. Meskipun banyak orang menggunakan kontrasepsi hormonal untuk mempersingkat atau mengatur menstruasi, terkadang dapat menyebabkan menstruasi yang lebih berat atau lama.

4. Masalah tiroid

Kelenjar tiroid bertanggung jawab untuk mengatur berbagai hormon dalam tubuh. Untuk wanita, ini termasuk hormon yang terkait dengan siklus menstruasi.

Jika seseorang memiliki tiroid yang kurang aktif atau terlalu aktif, mereka mungkin mengalami menstruasi dalam waktu lama atau yang seolah-olah tidak akan berhenti. 

5. Polycystic ovary syndrome (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) terjadi ketika kista sering tumbuh di ovarium. PCOS dapat memengaruhi kadar hormon dan kesuburan.

6. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi, di mana ada jaringan yang mirip dengan jaringan yang melapisi rahim tumbuh di luar rahim.

Jaringan ini dapat membengkak dan berdarah sebagai respons terhadap hormon, seperti yang dilakukan lapisan rahim selama suatu periode.

Namun, lesi endometriosis tidak dapat keluar dari tubuh, sehingga dapat menyebabkan nyeri dan komplikasi lain, seperti adhesi dan kista. 

7. Fibroid atau polip uterus

Fibroid adalah tumor jinak yang terbentuk di dinding rahim. Polip adalah tumbuhnya warna merah di selaput rahim.

Keduanya adalah masalah umum yang dapat menyebabkan menstruasi yang lebih berat atau lebih lama dari biasanya. 

8. Keguguran

Keguguran seringkali menyebabkan pendarahan atau bercak. Pendarahan ini bisa ringan atau berat dan bisa berlangsung dari beberapa jam sampai beberapa minggu.

9. Kehamilan

Beberapa wanita mengalami bercak atau perdarahan ringan pada awal kehamilan. Pendarahan dapat terjadi dengan atau tanpa tanda-tanda kehamilan lain, seperti mual. 

Pendarahan yang tidak normal dan nyeri panggul selama kehamilan mungkin merupakan tanda kehamilan ektopik, yang dapat menyebabkan komplikasi serius. 

10. Perimenopause

Meskipun menopause sering terjadi ketika seorang wanita mendekati usia 50, kadar hormon tubuh dapat mulai berubah beberapa tahun sebelumnya. Tahap ini disebut perimenopause. 

Selama perimenopause, menstruasi bisa lebih jarang atau lebih sering, serta lebih pendek atau lebih lama dari biasanya. 

11. Kanker serviks

Kanker serviks dapat menyebabkan perdarahan yang tidak normal, termasuk di antara menstruasi dan setelah aktivitas seksual. Ini juga dapat menyebabkan menstruasi yang lebih lama dan lebih berat dari biasanya. (*) 

Simak berita terbaru lainnya di Google News

Berita Tentang Kesehatan

Berita Tentang Menstruasi

Berita Tentang Kanker Serviks

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Alasan Menstruasi Berlangsung Lebih Lama, Termasuk Kanker Serviks"

Baca juga: Cara Memakai Tabir Surya yang Tepat untuk Dapatkan Hasil Efektif dan Optimal

Baca juga: Resep Ayam Tangkap khas Aceh, Sajian Ayam Goreng Lezat untuk Menu Santap Sahur

Baca juga: Dibawa ke Rutan Polda Metro Jaya, Mata Munarman Ditutup Kain Hitam, Tangan Diborgol

Baca juga: Arti Mata Kiri Kedutan Menurut Primbon Jawa, Tak Hanya Rezeki, Tapi Juga Pertanda Patah Hati

Baca juga: Arti Mimpi Melihat Orang Sekarat Menurut Primbon, Melihat Orang Tercinta Sekarat Ada Pertanda Baik

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved