Selasa, 7 April 2026

BATAM TERKINI

CATAT! Saat Rapid Tes Antigen, Pastikan Segel Dibuka di Depan Konsumen

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi meminta warga Batam memastikan segel alat rapid test antigen dibuka di depan konsumen.

TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi meminta warga Batam memastikan segel alat rapid test antigen dibuka di depan konsumen. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, Dinkes rutin melakukan pengawasan trehadap klinik dan rumah sakit untuk memastikan tidak ada petugas kesehatan yang menggunakan alat antigen bekas.

"Di Batam gak ada Insya Allah," ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini, Rabu (28/4).

Didi menegaskan, masyarakat harus jeli melihat petugas pengecekkan. Pastikan segel plastik alat antigen dibuka di depan konsumen.

"Sebelum di cek juga, segel plastik antigen harus dibuka di depan konsumen. Kalau sudah terbuka, konsumen berhak menolak," tegas Didi.

Secara berkala, pihaknya mendatangi faskes yang melayani tes antigen dan sudah memberlakukan QR Code. Pemberlakuan QR Code ini dilakukan untuk mencegah adanya alat antigen yang palsu seperti beberapa waktu yang lalu.

"Jadi begitu alat antigen sampai, kita wajibkan ada barcodenya. Di scan akan ketahuan kalau tanggalnya tak cocok," tegasnya.

Biasanya, kata Didi, kalau rumah sakit atau klinik membeli alat antigen dari agen resmi pasti barangnya akan benar dan sesuai dengan aturan.

Namun jika ada oknum yang membeli karena alat murah dan bukan dari agen yang resmi, itu dikhawatirkan alat antigen tak sesuai aturan.

Baca juga: JADWAL Kapal Ferry di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam, Kamis 29 April Ada 19 Kapal

"Jadi sebenarnya alatnya itu bisa dicek bisa sesuai anjuran kementerian atau tidak. Karena, ada juga di merek yang sama tapi tak diakui oleh Kemenkes," katanya.

Didi mengimbau, kalau ada masyarakat yang meragukan alat antigen tersebut bisa dicek secara online. Apakah sesuai dengan merek kementerian atau tidak. Hal ini menghindari adanya pemalsuan alat.

Menanggapi kasus adanya penggunaan antigen bekas di Medan, Owner Klinik Panacea yang berada di Tiban Bukit Asri Blok A No 1, RW 4, Tiban Baru, Sekupang, Gabriel Sianturi memastikan pihaknya tak pernah menggunakan antigen bekas. Ia menegaskan kit antigen yang digunakan selalu masih tersegel.

"Kalau klinik kita pasti tidak," ujar Gabriel kepada Tribunbatam.id, Rabu (28/4).

Diakuinya, setiap tes antigen, membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit. Pasien bisa melihat, perawat membuka segel plastik kit, melihat alat negatif atau positifnya, kemudian sehabis digunakan perawat akan membuang kit itu ke kantong plastik sampah khusus alat medis dan disaksikan oleh pasien.

"Kita sediakan khusus ruang antigen dilantai 1 ruangan terbuka," ujar Gabriel.

Lebih lanjut, ketika pihaknya mengorder alat antigen pasti dalam bentuk box. Di dalam box ada kit yang berisikan tempat ambil sample, tiup tempat mixing sample dengan cairannya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved