Breaking News:

BATAM TERKINI

Batam segera Punya Tim Ahli Cagar Budaya, 7 Orang Ikut Sertifikasi, Ini Tujuan Dibentuknya

Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata berharap, satu persatu cagar budaya Batam bisa diidentifikasi dengan hadirnya Tim Ahli Cagar Budaya ini

tribunbatam.id/istimewa
Batam segera Punya Tim Ahli Cagar Budaya, 7 Orang Ikut Sertifikasi, Ini Tujuan Dibentuknya. Foto Disbudpar Batam kirim 7 orang ikut sertifikasi ahli cagar budaya 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kabar baik. Batam akan segera memiliki Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Itu setelah Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam mengirim tujuh orang untuk mengikuti Sertifikasi Ahli Cagar Budaya Kota Batam, Skema Ahli Cagar Budaya Pratama.

Sertifikasi ini diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi P2 Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Alhamdulillah TACB Kota Batam sudah selesai mengikuti kegiatan sertifikasi TACB," kata Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, Sabtu (1/5/2021).

Ardi menyampaikan dibentuknya TACB Kota Batam sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya. Khusus di Batam, saat ini tercatat ada 25 cagar budaya.

Baca juga: Bakal Ditugaskan Kaji Warisan Budaya, Disbudpar Batam Siapkan Tim Ahli Cagar Budaya

Baca juga: Disbudpar Batam Bakal Bentuk Tim Ahli Cagar Budaya Untuk Lengkapi Isi Museum


Karena itu TACB sangat diperlukan untuk memberikan rekomendasi penetapan pemeringkatan dan penghapusan cagar budaya.

"Maka dari itu anggota TACB harus bersertifikasi dan mempunyai kemampuan dalam menilai dan memberikan rekomendasi kepada wali kota, gubernur bahkan sampai ke tingkat nasional dan internasional," ujarnya.

Menurut Ardi, tidak ada kata terlambat untuk merawat sejarah dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan publik. Terlebih saat ini Batam sudah mempunyai museum bernama Museum Batam Raja Ali Haji.

Lewat TACB, Ardi berharap satu persatu cagar budaya Batam diidentifikasi, diklasifikasi, ditetapkan lalu ujungnya dimanfaatkan sebagai ladang ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

"Di Batam, wisata sejarah belum signifikan mengangkat kunjungan. Karenanya lewat pendirian TACB ini kelak kita bisa munculkan historical tourism sebagai pendulum bagi penguatan menarik kunjungan, di luar shopping, culinary, sport, spa dan entertainment," katanya.

Ardi menyebutkan nama tujuh calon anggota TACB yakni Sekretaris Disbudpar Batam, Koestrinie, Kabid Kebudayaan Disbudpar Batam, Muhammad Zen, Juru Pelestarian Budaya, Raja Zulkarnain, Kasi Sejarah, Cagar Budaya, dan Permuseuman Disbudpar Batam, Hendri Sudian, Diversifikasi Usaha Penangkapan Dinas Perikanan Batam, Hamdayani, Pengawas Bandar Udara Hang Nadim, Anasrudin, dan Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam, Edi Sutrisno.

Ardi sangat berharap tujuh orang ini segera memperoleh sertifikat kompetensi dari Kemendikbud setelah menjalani sertifikasi di Jakarta.

"Sertifikat kompetensi mutlak didapat setelahnya mereka akan dilantik wali kota dan mulai bisa beraksi. Warga Batam nanti kita persilakan untuk mendaftarkan cagar budaya baik itu yang berbentuk benda, bangunan, struktur, situs hingga kawasan," pungkasnya. (*/tribunbatam.id)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved