TANJUNGPINANG TERKINI
Mahasiswa Ilmu Hukum di Tanjungpinang Ciptakan Lagu Ramadhan Kurangi Rebahan
Anggit Dero, mahasiswa Ilmu Hukum UMRAH Tanjungpinang menciptakan lagu Ramadhan Kurangi Rebahan. Ini latar belakang lagunya
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Banyak hal yang bisa dilakukan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Apalagi saat menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim.
Seperti yang dilakukan seorang mahasiswa di Tanjungpinang bernama Anggit Dero (23).
Mahasiswa Ilmu Hukum ini menciptakan lagu berjudul 'Ramadhan Kurangi Rebahan'. Untuk produksinya, Anggit mengajak komunitasnya Samalayar.
"Banyak hal menarik dalam proses penciptaan karya lagu ini, dan ini karya kedua saya yang bertema Marhaban Yaa Ramadhan. Kali ini berjudul "Ramadhan Kurangi Rebahan"," ujar Mahasiswa UMRAH Tanjungpinang ini kepada Tribunbatam.id, baru-baru ini.
Mengapa mesti rebahan?
Baca juga: Kisah Mahasiswa Tanjungpinang Berprestasi di Tengah Pandemi, Bentuk Komunitas Samalayar
"Ya, yang pertama tentu karena saya menyukai hal itu. Overthinking, rebahan dan berkhayal serasa sangat dekat denganku. Tapi hal itu selalu dibarengi dengan penyesalan, kegelisahan dan kegundahan," ucapnya menceritakan asal usul membuat lirik lagu itu.
Ia menyampaikan, bahwa bukan bulan puasa saja menyukai rebahan, apalagi ketika puasa.
"Wah sangat nikmat rebahan berjam-jam," katanya kembali.
"Oleh karena itu, konsep lagu ini muncul sebagai realitas keresahan saya," tambahnya menyampaikan.
Anggit mengatakan, walau pada proses produksinya bersama teman-teman di tim tak mudah, semangat memproduksi lagu ini tak luntur.
"Ya mungkin karena hal ini juga menjadi keresahan teman-teman, ternyata kami kaum rebahan yang solid," ujarnya sambil tertawa.
Hal menarik lainnya setelah konsep, diskusi dan debat usai, lirik lagu ini diserahkan untuk di-finishing oleh Ester Sianturi, yang seorang non muslim.
"Kenapa ini terjadi? Tentu ada pesan yang ingin saya masukkan. Pesannya adalah rahmatan lilalamin. Islam itu adalah rahmat bagi siapa saja, keberkahan didapat oleh mereka juga yang non muslim, serta juga pesan mengenai keberagaman, toleransi dan kebersamaan.
Asyiknya, Ester sangat bersemangat dalam menulis lirik hingga shooting videonya," ungkapnya.
Anak bungsu dari 4 bersaudara ini menyampaikan, pesan mengenai Komunitas Samalayar yang sedang digelutinya menjadi wadah bagi siapa saja.
"Semoga karya ini dapat dinikmati teman-teman semua. Silakan saksikan di akun Youtube Samalayar Official. Salam ramadhan," sebut Anggit Dero yang lahir di Wonosobo, Jawa Tengah.
(Tribunbatam.id/endrakaputra)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Tanjungpinang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0105anggit-dero2.jpg)