BATAM TERKINI
130 PMI Bakal Pulang dari Batam Hari Ini, Kemenhub Siapkan Kapal Khusus
130 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bakal pulang ke daerahnya via Batam ini, merupakan bagian dari 141 PMI yang tiba sejak Rabu (28/4/2021).
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) akan dipulangkan ke daerah asalnya dari Batam hari ini, Rabu (28/4/2021).
Terdapat 130 dari total 141 PMI yang rencananya akan dipulangkan hari ini.
Mereka sebelumnya tiba di Batam pada Rabu (28/4/2021).
Pemulangan 130 PMI tersebut dilaksanakan karena sudah selesai menjalani dua kali tes swab dan dinyatakan sehat, khususnya tidak terpapar covid-19.
Dari 141 orang PMI yang tiba di Batam pada Rabu (28/8/2021), tiga orang di antaranya harus menjalani isolasi di Rumah Sakit Khusus Infeksi/ RSKI Covid-19 Galang.
Setelah hasil swab pertamannya keluar dan dinyatakan positif Covid-19.
Sementara tujuh orang lainnya dinyatakan positif setelah menjalani swab kedua pada Minggu (2/5/2021).
"Satu orang tidak terpapar covid-19, namun masih anak-anak dan harus menjalani isolasi bersama oranng tuanya," ungkap petugas medis di Rusun Batamec Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, dr Anggita, Senin (3/5/2021).
Anggita menambahkan, ratusan PMI yang akan dipulangkan ini nantinya akan diserahkan kembali kepada agen yang memulangkan mereka dari Singapura maupun Malaysia.
"Kami tidak ada urusan dengan pemulangan.
Tugas kami hanya selama para PMI menjalani Karantina, menunggu hasil swab," katanya.
Kemenhub Siapkan Kapal
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad sebelumnya mengatakan, proses pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Batam ke daerah asalnya sejauh ini tak ada masalah.
"Walaupun larangan mudik sudah ada, kapal tak ada persoalan," ujar Amsakar di Kantor Walikota Batam Lantai 4, Senin (3/4/2021).
Moda transportasi ini disiapkan oleh Kementerian Perhubungan.
Baca juga: Pemulangan PMI lewat Kepri, Gubernur Minta Bantuan TNI/Polri Awasi Pelabuhan Tak Resmi
Baca juga: Kemenhub Siapkan Transportasi Udara untuk Pemulangan PMI/TKI, Ini Kata Menteri Budi Karya
Sementara untuk biaya operasional PMI di Batam, akan ditanggung oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
"Kalau jumlahnya (PMI) hanya 1000-an masih bisa kita tampung," tuturnya.
Menurutnya, masalah hanya pada tempat isolasi jika dilakukan di hotel.
Lantaran membutuhkan personel tambahan dan kerja ekstra.
"Asrama haji dan Bapelkes itu tempat cadangan.
Kalau lebih dari 1500an. Kalau masih 1000 sudah okelah," katanya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi mengatakan proses pemulangan PMI kali ini lebih lebih berat, karena jumlah PMI yang meningkat.
Hal itu disebabkan karena adanya aturan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah.
Untuk itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyepakati konektivitas bagi PMI yang pulang ke daerah asal dalam periode larang mudik tersebut.
“Bagi mereka yang memiliki kemampuan (menengah keatas) bisa menggunakan pesawat udara yang tujuannya terschedule,” ujar Budi usai memantau kepulangan PMI di pelabuhan internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (1/5/2021) lalu.
Kemudian bagi mereka yang hanya bisa menggunakan kapal laut, maka pihaknya akan menugaskan kapal bersubsidi.
Terkait jenis kapal dan kapasitasnya, Budi mengatakan akan mengumumkan hal tersebut beberapa hari ke depan.
“(Kapal) punya kapasitas yang bagus, ,” katanya.
Sementara itu, Danrem 033/WP Brigjen Jimmy Ramoz Manalu mengatakan kapal yang akan disiapkan dari Kemenhub untuk para PMI merupakan kapal dari Pelni.
Pihaknya dalam waktu kedepan akan menyiapkan schedule kepulangan PMI ke daerah asal masing-masing.
“Untuk hari pelaksanaannya akan ditentukan beliau (Menhub),” ujarnya.
Terkait kepulangan PMI dari Malaysia dan Singapura dalam periode larangan mudik, Jimmy menjelaskan kapal bahwa masih tetap beroperasi. Ditentukan operasionalnya hanya 6 kali saja.
“Sehari hanya dua kali, jadi total hanya tiga hari saja beroperasi,” ucapnya.
Ia mengakui kepulangan PMI lewat Kepri masih dibatasi, mengingat kemampuan tempat karantina yang juga terbatas.
Karena diperkirakan PMI yang masing tinggal di Malaysia dan Singapura mencapai ribuan orang.
“Kalau tidak dibatasi, dalam sehari bisa 5 kapal, tempat karantina tidak muat,” kata dia. (TRIBUNBATAM.id/Ian Sitanggang/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pekerja-migran-indonesia-di-rusun-batamec.jpg)