HUMAN INTEREST
Curhat Penjual Simpang Barelang, 7 Tahun Rintis Usaha, Kini Dihantui Penggusuran
Penjual makanan di Simpang Trans Barelang, Enjelina kini bingung mencari lokasi baru untuk tempatnya berjualan.
Seringkali pembeli tak ada, sekalipun saat akhir pekan seperti hari Minggu.
Di awal tahun 2021, Enjelina bisa sedikit tersenyum.
Ia bersyukur karena pelanggannya sudah hampir normal.
"Kalau pas pulang kerja, warung selalu ramai.
Ya mulai dari pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.
Pelanggan lumayan banyak," ujar Enjelina.
Ia hanya pasrah jika akhirnya pembongkaran oleh pemerintah itu datang.
Enjelina sadar usahnya berlokasi di tepi jalan.
Ia hanya sedih, saat usahanya kembali bangkit, kini cobaan baru datang menghampiri.
Yang paling sedihnya lagi kata Enjelina, sampai saat ini lokasi mereka belum ada.
Dia juga mengatakan untuk membuka usaha itu bukanlah hal yang gampang.
Dia berharap pemerintah bisa memberikan alokasi lahan untuk pedagang di simpang barelang.
"Ini yang menjadi beban saya saat ini.
Paling tidak tiga bulan pertama, kita harus cari pelanggan.
Kalau kita pindah ke tempat lain, memulainya sangat sulit.
Di situ kadang sedihnya," kata Enjelina.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pedagang-simpang-trans-barelang-batam.jpg)