Rabu, 3 Juni 2026

KARIMUN TERKINI

Pemkab Karimun Bentuk Tim Percepat Pengembangan Bandara RHA, Ini Fokus Tugasnya

Kepala Bandara RHA Karimun, Fanani Zuhri mengatakan, ada tiga aspek yang menjadi fokus tim percepatan pengembangan Bandara RHA Karimun

Tayang:
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Pemkab Karimun Bentuk Tim Percepat Pengembangan Bandara RHA, Ini Fokus Tugasnya. Foto Kepala Bandara RHA Karimun Fanani Zuhri 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Karimun membentuk tim percepatan pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun.

Ketua tim percepatan pengembangan Bandara RHA diamanahkan kepada Kepala Kantor Unit Penyelenggara yaitu Fanani Zuhri.

Tim tersebut dibentuk melalui rapat Pemkab Karimun bersama pihak terkait.

Kepala Bandara RHA Karimun, Fanani Zuhri mengatakan, ada tiga aspek yang menjadi fokus tim percepatan pengembangan Bandara RHA Karimun.

Pertama, terkait persoalan penyelesaian lahan warga untuk pengembangan landasan pacu atau runway Bandara RHA Karimun.

Baca juga: Apa Itu Program Padat Karya Kemenhub, Sudah Masuk Tahun Kedua Digelar Bandara RHA Karimun

Kedua, penyesuaian jalan milik Pemerintah Provinsi Kepri di depan Bandara RHA Karimun. Ketiga, merelokasi para nelayan setempat yang beroperasi di sekitar landasan pacu Bandara RHA Karimun.

"Ketiga aspek ini menjadi perhatian untuk percepatan pengembangan Bandara RHA Karimun, khususnya Landasan Pacu yang saat ini dalam tahap pengembangan," ucap Fanani.

Sebagai langkah awal, Kepala Bandara RHA Karimun itu menjelaskan, pihaknya akan menyerahkan data awal terkait pembebasan lahan warga atau penyesuaian jalan.

"Seperti penyesuaian jalan di depan Bandara, kita hanya perencanaan. Pemprov Kepri yang akan menyelesaikan itu," tambahnya Fanani.

Diketahui, gerak cepat Pemkab Kairmun untuk pengembangan bandara tersebut merupakan instruksi Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi seusai berkunjung ke Karimun.

Instruksi itu disampaikannya saat melakukan peninjauan di Bandara RHA Karimun, Sabtu (1/5/2021) lalu.

Dari hasil peninjauan, Menhub Budi Karya Sumadi menargetkan dapat menyelesaikan pengembangan landasan pacu Bandara RHA Karimun.

Pihaknya menargetkan panjang landasan pacu Bandara RHA Karimun yang saat ini masih 1.400 meter bisa sepanjang 2.200 meter.

Menhub Budi Karya bahkan optimis pesawat jenis Narrow Body 737 dapat mendarat di bandara kebanggaan masyarakat Karimun tersebut.

Namun, saat ini lebih terfokus untuk mengembangkan landasan pacu tersebut menjadi sepanjang 1.500 meter pada tahun ini.

"Jika panjang landasan pacu sepanjang 1.500 meter tahun ini selesai, nanti sudah dapat didarati pesawat jenis ATR bukan pesawat perintis lagi,” pungkas Menhub Budi Karya saat itu.

Jadi Perhatian Menhub

Menteri Perhubungan Republik Indonesia atau Menhub RI Budi Karya Sumadi, meninjau dua proyek di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Dua proyek itu antara lain, pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah Sungai Bati dan Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas Malarko di Desa Pelambung Kecamatan Tebing.

Kedatangan Menteri Perhubungan didampingi Dirjen Hubla, Agus R Purnomo, Dirjen Bandar Udara, Staf Khusus Kemenhub Adita dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Kedatangan mereka juga di sambut Asisten 2 Setdakab Karimun Hurnaini, Ketua DPRD Muhammad Yusuf Sirat dan jajaran FKPD Karimun.

Selain pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah, Menhub RI Budi Karya Sumadi juga melihat langsung kondisi Pelabuhan Peti Kemas Malarko.

Kunjungan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi meninjau dua proyek Bandara Raja Haji Abdillah dan Pelabuhan Malarko di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.
Kunjungan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi meninjau dua proyek Bandara Raja Haji Abdillah dan Pelabuhan Malarko di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. (TribunBatam.id/Yeni Hartati)

"Kedua proyek ini hingga kini masih belum ada perubahan.

Ini sedang kami dorong agar dapat terealisasikan," ucap Budi Karya Sumadi.

Terkait rencana pengembangan dan pembangunan bandara, ia menyebutkan pengembangan akan dilakukan perpanjangan landasan pacu dari 1.400 Meter menjadi 2.200 Meter.

“Kami optimis Bandara Raja Haji Abdullah Karimun bisa didarati oleh Narrow Body seri 737 dengan panjang landasan 2.200 meter,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan, untuk mewujudkan perpanjangan landasan pacu itu, pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dengan target awal perpanjangan di angka 1.500 meter.

Dengan panjang runway tersebut, bandara ini menurutnya sudah bisa di darati pesawat jenis ATR, bukan lagi hanya perintis.

Untuk mendukung pengembangan bandara tersebut, Kemenhub meminta Gubernur Kepri dan Bupati Karimun untuk dapat menyelesaikan permasalahan lahan.

Sementara itu, kedatangannya ke Kabupaten Karimun merupakan tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo untuk meninjau proyek strategis di Karimun.

Dengan kedatangannya ke Karimun, Budi berharap bahwa mandat Presiden RI untuk membangun daerah khususnya di Kabupaten Karimun sebagai daerah di perbatasan dapat di laksanakan.

“Saya harapkan mandat Bapak Presiden RI kepada saya untuk membangun daerah-daerah dapat di laksanakan dengan baik.

Baca juga: Selain Menhub RI Budi Karya Sumadi, Ini 10 Pejabat Negara di Dunia yang Positif Virus Corona

Baca juga: Diklaim yang Terbesar di Kepri, Pemerintah Pusat Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Malarko di Karimun

Khususnya Kepri yang memiliki daya saing yang baik, dan Insyaallah pembangunan ini nantinya memberikan kemakmuran bagi masyarakat Karimun,” terangnya.

Selain itu, Kedatangan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke Kabupaten Karimun juga sekaligus meninjau pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Malarko di Desa Pelambung Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

Pelabuhan Malarko yang di gadang-gadangkan akan menjadi Pelabuhan Peti Kemas terbesar di Provinsi Kepri.

Pembangunan pelabuhan Malarko telah mulai di bangun sejak 2008 lalu dan sempat terhenti pembangunannya selama dua belas tahun.

Namun, proyek itu dipastikan akan berlanjut setelah Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi datang meninjau langsung proyek tersebut di tahun 2020 lalu.

Terkait Pelabuhan Malarko, sejumlah investasi memang sudah ditanamkan oleh pemerintah pusat.

Pelabuhan ini akan dikembangkan menjadi satu pelabuhan dengan konsep kerjasama pengelolaan.

"Nanti dari Kementerian Perhubungan akan di limpahkan ke BUMD yang bekerjasama dengan swasta, konsensinya mencapai 30 tahun.

Kami bayangkan apabila pelabuhan ini berjalan, maka kegiatan ekonomi akan semakin baik di Karimun," terangnya.

Sementara Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, Karimun adalah salah satu daerah yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai kawasan Free Trade Zone.

Oleh karenanya, pemerintah pusat memberikan berbagai fasilitas relaksasi dalam bidang fiskal maupun di bidang perizinan.

Itu akan optimal jika di barengi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, yang bisa mendukung percepatan investasi.

“Kami apresiasi dan menyambut baik Pak Menteri untuk kedua kalinya hadir langsung ke Karimun.

Tadi kami sudah bahas dan kita wajib menindaklanjuti itu, sesuai petunjuk Pak Menteri," ucap Ansar Ahmad.

Menindaklanjuti pertemuan itu, Gubernur Kepri rencananya akan menggelar rapat koordinasi pada Rabu (5/5/2021) bersama perwakilan kabupaten, otoritas bandara dan pelabuhan.

Hasil pertemuan itu nantinya akan disampaikan kepada Menhub RI untuk kita bahas lebih lanjut secara bersama dengan kementerian lembaga terkait.

Selain itu, pihaknya juga yakin kalau kolaborasi itu akan dilakukan terus dengan menggandeng mitra kerja seperti pihak swasta tentu dengan skema-skema yang ditetapkan.

Soal konsesinya tentu tergantung nanti percepatan internal yang disepakati bersama.

“Saya yakin ini akan mampu menjadi daya dongkrak ekonomi di Karimun ke depan,” ujarnya. (TribunBatam.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Karimun

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved