BATAM TERKINI
BEGINI Kondisi Terkini Pelabuhan Ro-Ro di Telaga Punggur dan Ro-Ro Tanjunguban
Memasuki hari kedua larangan mudik di Batam, begini aktivitas di pelabuhan Ro-Ro Telaga Punggur dan pelabuhan Ro-Ro Tanjung uban Bintan.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Memasuki hari kedua larangan mudik di Batam, aktivitas di pelabuhan Ro-Ro Telaga Punggur dan pelabuhan Ro-Ro Tanjung uban terbilang cukup lancar, Jumat (7/5/2021).
Aktivitas di pelabuhan Ro-Ro Telaga Punggur sendiri beroperasi seperti biasanya melakukan pengangkutan tetapi khusus kendaraan logistik dan dan orang dengan keperluan mendesak.
Kepala ASDP Telaga Punggur Ardian mengatakan, bahwa sebelum pagi hari pelabuhan Ro-Ro Telaga Punggur dan pelabuhan Ro-Ro Tanjung uban di disinfektan oleh petugas.
"Pagi petugas melakukan disinfektan, setelah selesai baru mulai melayani perjalanan orang maupun logistik," ujarnya.
Adrian mengatakan, pihaknya untuk melakukan pengangkutan penyebrangan saat ini hanya memperbolehkan kendaraan logistik.
"Hanya logistik kalau pun ada penumpang atau Kendaraan pribadi harus menunjukkan surat izin atau surat jalan nya sesuai dengan ketentuan edaran gubernur," ujarnya.
Ardian mengatakan, memasuki hari kedua larangan mudik di Batam, para calon penumpang yang tidak ada kepentingan mendesak yang akan melakukan penyebrangan ketika diberikan penjelasan dengan aturan yang ada selalu mematuhi.
"Selama ini belum ada dan semoga tidak ada hal-hal tersebut, tapi beberapa mereka sudah langsung menunjukan surat jalannya dan kita perbolehkan menyebrang," ujarnya.
Para supir logistik yang akan melakukan perjalanan juga menurut Ardian diwajibkan menunjukkan surat tes kesehatan bebas dari Covid-19.
Baca juga: JUMLAH Pasien di Batam Melonjak, Ruang ICU untuk Pasien Covid-19 Hampir Penuh
"Kita juga mencoba memfasilitasi dengan menghadirkan Rapidtest Antigen dan GeNose di pelabuhan, Masyarakat bisa memilih salah satu tes kesehatan," ujarnya
Ardian menghimbau kepada masyarakat terutama supir kendaraan logistik atau Masyarakat yang dengan keperluan mendesak yang akan melakukan perjalanan di pelabuhan Ro-Ro Telaga Punggur dan Ro-Ro Tanjunguban agar tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan.
"Di pelabuhan setiap 20 menit di pelabuhan dilakukan himbauan kepada para pengguna jasa untuk mematuhi Prokes, juga di atas kapal juga dilakukan himbauan yang sama," ujarnya.
Puluhan Warga Anambas Pergi ke Batam dan Tanjungpinang
Puluhan penumpang memadati pelabuhan Tarempa untuk berangkat menggunakan kapal Mv.Voc Batavia menuju Tanjungpinang dan Batam.
Sejak diberlakukannya larangan mudik pada tanggal 6 Mei 2021 kemarin, namun antrian penumpang yang akan berangkat ke Tanjungpinang dan Batam masih terlihat pada Jumat (7/5/2021).
Pantauan TRIBUNBATAM.id di pelabuhan Tarempa, tidak ditemukan tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Anambas, hanya ada beberapa personil polisi dan TNI AD yang membantu pemeriksaan penumpang untuk naik ke kapal.
Agen Kapal Mv Voc Batavia, Acai mengatakan bahwa jumlah penumpang diperkirakan ada 90 orang.
"Ada sekitar 90 orang yang kita data," ucap Acai enggan memberikan keterangan, Jumat (7/5/2021).
Sementara itu penumpang yang ingin berangkat menuju Tanjungpinang, Asih mengatakan ingin menemani sang anak melahirkan.
"Iya ada keperluan mau temanin anak melahirkan, kalau tak ada halangan akhir bulan ini anak saya persalinan," kata Asih.
Sebelum masuk ke kapal penumpang diperiksa petugas kesehatan pelabuhan untuk menunjukkan surat rapid test antigen.
Sedangkan untuk persyaratan perjalanan seluruh penumpang yang akan berangkat ini tidak memiliki surat tersebut.
"Iya hanya surat rapid tes antigen, kalau antibodi kita tidak bisa naikkan penumpang, mereka harus antibodi, kalau surat perjalanan memang tidak ada saat pengecekan," ujar Raja Faisal, petugas dari Kepolisian.
Sangat disayangkan sekali, penerapan protokol kesehatan diabaikan para penumpang yang ada di pelabuhan Tarempa tersebut, masih banyak penumpang yang tidak menggunakan masker dan berkerumun.
"Iya kalau kedapatan tidak pakai kita ingatkan mereka," tegas Faisal.
Mudik Antarkecamatan Tetap Berlaku
Layanan transportasi antar kecamatan masih berlaku pada hari pertama larangan mudik hari ini, Kamis (6/5/2021).
Meski demikian, Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup atau Dishub LH Anambas bakal memberi sanksi kepada kapal yang nekat membawa penumpang serta melanggar ketentuan larangan mudik 2021.
Ketentuan larangan mudik tidak hanya berlaku untuk keluar Provinsi Kepri.
Aturan larangan mudik lokal antar kabupaten dan kota di Provinsi Kepri sebelumnya dipertegas dengan Surat Edaran Gubernur Nomor 460/SET-STC19/V/2021 tentang peniadaan perjalanan orang selama Ramadhan 2021 dan hari raya Idul Fitri 1442 H.
Merujuk pada surat edaran Gubernur tersebut sejumlah moda transportasi laut dan udara ke Kepulauan Anambas diberhentikan sementara.
Tujuannya tak lain untuk mencegah penyebaran serta penambahan kasus baru covid-19 di Kepri.
"Berkenaan dengan surat ederan itu maka mudik dilarang.
Transportasi laut yang berani membawa penumpang dan ketahuan akan dikenakan sanksi dan izinnya akan dicabut.
Kalau wilayah kita masih bisa lah, yang penting kita masih satu wilayah.
Seperti dari Kecamatan Siantan menuju Kecamatan Palmatak," ungkap Kabid Perhubungan Laut Dishub LH Kepulauan Riau, Sabni Kamis (6/5/2021).
Dampak kebijakan larangan mudik jelas terlihat dari ferry tujuan Batam, Tanjungpinang.
MV Putri Anggreni 05 salah satunya.
Manajemen terpaksa tidak mengoperasikan moda transportasi laut itu selama larangan mudik mulai 6 hingga 17 Mei 2021.
Pantauan TribunBatam.id di Pelabuhan Tarempa dan Pelabuhan Sri Siantan, Keluraha Tarempa Kecamatan Siantan, aktivitas kapal dari pulau ke pulau masih beroperasi.
Baca juga: Hari Pertama Larangan Mudik, Jadwal Berangkat Kapal Pelabuhan SBP Tanjungpinang Tak Pasti
Baca juga: Berlaku Hari Ini, Larangan Mudik Lokal di Kepri 6-17 Mei 2021, Simak Aturan dan Ketentuannya
Saat ini ferry Mv. VOC Batavia masih sandar di Pelabuhan Tarempa.
Mereka dijadwalkan berangkat menuju Tanjungpinang pada Jumat (7/5/2021).
Sedangkan di Pelabuhan Tarempa beberapa kapal barang terlihat sedang menurunkan sembako dan sayuran lainnya yang dibawa dari Tanjungpinang.
Aktivitas para masyarakat dari luar pulau pun masih lancar beroperasi ke Tarempa.
UPDATE Covid-19 di Anambas
Sementara kasus Covid-19 di Anambas bertambah 18 orang.
Penambahan kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 ini terjadi pada Rabu (5/5), sebanyak 18 orang pasien dengan nomor kasus 242 - 259.
Sebanyak 7 orang warga Kecamatan Kute Siantan yang bekerja sebagai karyawan swasta dinyatakan positif covid-19 setelah melakukan kontak erat dengan pasien yang positif covid-19.
"Mereka ada yang kita isolasi di rumah dan ada sebagian yang dikarantina di resort.
Tentunya semakin banyak kasus ini kita dari Dinkes gencar melakukan tracing kepada orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif," ujar Kepala Bidang P2P pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Anambas, Baban Subhan, Kamis (6/5/2021).
Sementara itu 11 pasien lainnya ada yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS), wiraswasta, karyawan honorer, pensiunan TNI AL, pelajar, hingga ibu rumah tangga.
Saat ini penanganan pasien positif covid-19 di Kepulauan Anambas dirawat di RSUD Tarempa 6 pasien, RSUD Palmatak 2 pasien.
RSUD Jemaja 2 pasien, isolasi mandiri di rumah 66 pasien, isolasi di Matak base 1 pasien, isolasi d SMP Air Nangak 4 pasien, isolasi di Diven Selam Resort 14 pasien.
Selanjutnya pasien rujukan ke RSUD Embung Fatimah 1 pasien, rujukan ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang 2 pasien, dan rujukan ke RSAL dr. Midiyato Tanjungpinang 2 pasien.
Sedangkan untuk pasien yang sudah selesai melaksanakan karantina dan isolasi mandiri sebanyak 32 orang pasien.(TribunBatam.id/Alamudin/Rahma Tika)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Anambas
Berita tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/07052021pelabuhan-roro-punggur.jpg)