Breaking News:

PEMBUNUHAN DI BATAM

BREAKING NEWS, Seorang Pria Tewas Dibunuh Depan Samarinda Shoping Center Jodoh

Seorang pria tewas dibunuh di di depan Samarinda Shoping Center Jodoh, kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,  Minggu, (9/5/2021)

TRIBUNBATAM/RONNYE
Seorang pria tewas dibunuh di di depan Samarinda Shoping Center Jodoh, kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,  Minggu, (9/5/2021) sore. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Seorang pria tewas dibunuh di di depan Samarinda Shoping Center Jodoh, kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,  Minggu, (9/5/2021) sore.

Diduga ia dibunuh oleh salah seorang pria dengan permasalahan yang belum diketahui.

Pantauan di lapangan, seorang pria mengenakan topi berwarna hitam tergeletak di tengah tengah jalan tepat di depan gerbang Samarinda Shoping Center.

Salah seorang pedagang yang tidak ingin disebut namanya itu mengatakan, kejadian tersebut bermula dari pertengkaran antara kedua pelaku dan korban sehingga terjadi pembunuhan.

"Tadi saya mau pulang bang, tapi ada orang kelahi. Kondisi pasar juga lumayan sepi, tidak lama setelah itu ada orang teriak kalau yang kelahi itu salah satunya di bunuh. Saya juga ga tau dibunuh pakai apa," kata si pedagang itu.

Hingga berita ini ditulis terlihat Kepolisian Lubuk Baja sudah ada di lokasi kejadian guna melakukan evaluasi korban yang masih tergeletak di samping Samarinda dan masih menjadi tontonan warga setempat. 

Identitas terungkap

Indentitas pria yang tewas di depan Samarinda Jodoh Minggu, (9/5/2021) sore diketahui bernama Budi Damanik.

Pria 42 tahun tersebut, meninggal dunia setelah ditusuk menggunakan pisau dapur oleh orang tak dikenal.

Sala satu saksi mata berinisial OP menceritakan Budi merupakan warga Kavling Bukit Makmur, RT 02, RW 013, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar Batam yang kesehariannya membantu istrinya berjualan cendol disekitar Tos 3000 Nagoya, Batam.

"Almarhum tidak ada kerjaan tetap dan setiap hari hanya mondar mandir disekitar pasar Tos 3000 ini saja. Dia sesekali membantu istrinya berjualan cendol," kata OP.

OP menceritakan saat kejadian posisinya tidak jauh dari lokasi tersebut.  

"Tadi saya sempat melihat pelaku melarikan diri ke arah Top 100 Jodoh, seusai menusuk Budi," lanjutnya.

Suasana di sekitar lokasi kejadian tampak rami.

Mereka terlihat mengelilingi pusat lokasi yang sudah dipasang police line. 

Budi yang sudah meninggal dunia menggunaan baju berwarna merah, celana jins berwarna biru tua, mengenakan topi berwarna hitam dan tampak sebuah pisau dapur masih menempel di tulang rusuk bagian kiri. 

Warga terlihat kebingungan bahkan sebagian besar terlihat menangis histeris sembari mengeluarkan kata-kata kasian.

Hingga saat ini mayat Budi sudah dievakuasi menggunaan oleh Personel Polsek Lubuk Baja mobil ambulance ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk penyelidikan lebih lanjut. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved