Ramadhan akan Terjadi Dua Kali Dalam Setahun di Tahun 2030, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Heboh di media sosial, Ramadhan akan terjadi dua kali dalam setahun. Keberkahan ini akan terjadi tahun 2030, ketahui penjelasan ilmiahnya.
"Dan total hari puasa akan kurang lebih 36 hari, Insya Allah," jelasnya tentang bulan Ramadan.
Ibrahim kembali menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah kejadian yang aneh atau bersebrangan dengan sains. Seperti diketahui kalender Hijriah berjumlah 354 hari, yaitu 11 hari lebih sedikit dari Gregorian, kedua sistem kalender pada akhirnya akan datang lingkaran penuh dan mengulangi diri mereka sendiri.
"Dibutuhkan waktu 33 tahun sampai tahun Hijriah telah melewati penuh tahun Gregorian. Diulangi sebelumnya pada tahun 1997, dan setelah tahun 2030, akan terulang lagi nanti pada tahun 2063," ujar Ibrahim.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah 27 Ramadhan 1442 H Wilayah Batam dan Sekitarnya, Imsak 04.27 WIB, Buka 18.08 WIB
Berbeda dengan Masehi, kalender Islam sulit diprediksi dan selalu bergantung pada fenomena terlihatnya hilal atau bulan.
Ditambah dalam penghitungan hijriah membutuhkan orang atau komite yang berwenang untuk membuat penampakan bulan sabit yang sebenarnya untuk menentukan awal setiap bulan.
Apabila kondisi atmosfer bumi terganggu visualnya, tentu dapat menghalangi penampakan bulan sabit.
Bulan sabit merupakan pengawal di tiap bulan mendatang dan akan mengalami penambahan hari bila hilal tak terlihat.
Selain itu, kondisi geografis belahan dunia yang berbeda-beda membuat awal bulan dimulai pada hari yang berbeda di berbagai negara.
Karena waktu moonset di suatu lokasi tergantung pada bujurnya, bulan baru dan ritual keagamaan kunci seperti puasa Ramadhan. (*)
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Benarkah Ramadan 2030 Akan Terjadi Dua Kali dalam Setahun? Berikut Penjelasan Ilmiahnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2-5-2021-ilustrasi-ramadhan.jpg)