Breaking News:

Ramadhan akan Terjadi Dua Kali Dalam Setahun di Tahun 2030, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Heboh di media sosial, Ramadhan akan terjadi dua kali dalam setahun. Keberkahan ini akan terjadi tahun 2030, ketahui penjelasan ilmiahnya.

Editor: Mona Andriani
minanews.net
Ramadhan akan terjadi dua kali di tahun 2030. 

TRIBUNBATAM.id - Jika bulan Ramadhan terjadi satu tahun sekali tiap tahunnya.

Namun berbeda dengan tahun 2030, yang mana Ramadhan akan terjadi dua kali dalam setahun.

Kabar itu pun sampai viral di media sosial, soal Ramadhan akan terjadi dua kali dalam setahun di tahun 2030.

Heboh soal Ramadhan dua kali di tahun 2030, ada penjelasan ilmiah sal hal itu.

Diketahui pelaksanaan Ramadhan dua kali dalam setahun pernah terjadi tahun 1997 lalu.

Dimana fenomena ini berdasarkan perhitungan kalender Hijriah dan Masehi.

Baca juga: Warga Kampung Budus Lingga Meriahkan Tradisi Malam Tujuh Likur atau 27 Ramadhan

Lalu, bagaimana penjelasan ilmiahnya? 

Melansir dari TribunSolo 'Viral Ramadhan di Tahun 2030 Akan Berlangsung Dua Kali dalam Setahun, Ternyata Begini Penjelasannya', berikut ulasannya.

Anggota Federasi Arab Ilmu Antariksa dan Astronomi, Ibrahim Al Jarwan, menjelaskan perihal fenomena ini kepada surat kabar Dubai, Gulf News pada Kamis (29/4/2021).

Ibrahim menjelaskan, kalender Islam saat ini terpaku pada tahun bulan atau Qomariyah.

Artinya, secara konsisten bergerak sekitar 11 hari pendek dari tahun matahari atau Hijriah.

Sudah menjadi hal yang lazim setiap tahun berlalu dan tergantung pada penampakan hilal bulan, Ramadan selalu mundur sekitar 10 atau 11 hari dari tanggal semula.

"Tahun 2030 akan umat islam akan menjalani bulan Ramadan yang penuh berkah dua kali."

Penjelasan Malam Nuzulul Quran
Penjelasan Malam Nuzulul Quran (SURYA.co.id)

"Yang pertama akan berlangsung ketika Ramadan akan dimulai pada 5 Januari 2030 untuk tahun Hijriah 1451, dan kemudian lagi, bulan Ramadan akan dimulai pada 26 Desember 2030 untuk tahun Hijriah 1452," jelas Al Jarwan.

Sementara untuk total hari puasa yang dijalani di tahun 2030 adalah sebanyak 36 hari.

"Dan total hari puasa akan kurang lebih 36 hari, Insya Allah," jelasnya tentang bulan Ramadan.

Ibrahim kembali menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah kejadian yang aneh atau bersebrangan dengan sains. Seperti diketahui kalender Hijriah berjumlah 354 hari, yaitu 11 hari lebih sedikit dari Gregorian, kedua sistem kalender pada akhirnya akan datang lingkaran penuh dan mengulangi diri mereka sendiri.

"Dibutuhkan waktu 33 tahun sampai tahun Hijriah telah melewati penuh tahun Gregorian. Diulangi sebelumnya pada tahun 1997, dan setelah tahun 2030, akan terulang lagi nanti pada tahun 2063," ujar Ibrahim.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah 27 Ramadhan 1442 H Wilayah Batam dan Sekitarnya, Imsak 04.27 WIB, Buka 18.08 WIB

Berbeda dengan Masehi, kalender Islam sulit diprediksi dan selalu bergantung pada fenomena terlihatnya hilal atau bulan.

Ditambah dalam penghitungan hijriah membutuhkan orang atau komite yang berwenang untuk membuat penampakan bulan sabit yang sebenarnya untuk menentukan awal setiap bulan.

Apabila kondisi atmosfer bumi terganggu visualnya, tentu dapat menghalangi penampakan bulan sabit.

Bulan sabit merupakan pengawal di tiap bulan mendatang dan akan mengalami penambahan hari bila hilal tak terlihat.

Selain itu, kondisi geografis belahan dunia yang berbeda-beda membuat awal bulan dimulai pada hari yang berbeda di berbagai negara.

Karena waktu moonset di suatu lokasi tergantung pada bujurnya, bulan baru dan ritual keagamaan kunci seperti puasa Ramadhan. (*)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Benarkah Ramadan 2030 Akan Terjadi Dua Kali dalam Setahun? Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved