Breaking News:

VIRAL Mobil yang Dibawa Anggota TNI Dirampas Debt Collector, Ini Reaksi Kodam Jaya

Video seorang anggota TNI dikepung debt collector saat hendak mengantar orang sakit viral di media sosial.

Editor: Danang Setiawan
Instagram/ @ndorobeii
VIRAL Mobil yang Dibawa Anggota TNI Dirampas Debt Collector, Ini Reaksi Kodam Jaya 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Video seorang anggota TNI dikepung debt collector saat hendak mengantar orang sakit viral di media sosial.

Video tersebut diunggah dalam akun instagram @ndorobeii.

Dalam captionnya, dituliskan " Sekelompok orang yang diduga sebagai mata elang (DC) berusaha merampas paksa kendaraan yang dikemudikan oleh anggota TNI bernama Serda Nurhadi dari Kodim Jakut.

Dugaan sementara, Serda Nurhadi sedang berusaha menolong warga yang tak lain adalah pemilik kendaraan tersebut.

Serda Nurhadi tidak tahu jika kendaraan yang disopirinya sedang bermasalah dengan leasing.

Dia hanya ingin membantu pemilik kendaraan karena ada satu penumpang yang sedang terkena serangan jantung dan harus dibawa ke rumah sakit.

Namun langkah Serda Nurhadi dihentikan paksa oleh sekelompok Matel dengan kekerasan untuk merampas kendaraan yang dikendarainya."

Video tersebut kini sudah ditonton lebih dari 187 ribu viewers dan disukai lebih dari 1.600 orang.

Video perampasan debt collector kepada anggota TNI juga memicu komentar para netizen.

Sebagian netizen menyayangkan sikap debt collector yang nekat merampas mobil meski dikendarai seorang anggota TNI.

Seperti yang diungkapkan @raden.rezapramadia: Ayo kita bantu cari sampai dapat

Pihak Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya mengecam tindakan penagih utang yang hendak merampas mobil saat dikemudikan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sersan Dua (Serda) Nurhadi ketika mengantar orang sakit.

“Satuan TNI AD khususnya Kodam Jaya, tidak mentolerir atas perlakuan dari pihak penagih utang yang secara arogan mengambil paksa kendaraan yang dikemudikan Serda Nurhadi sebagai Babinsa, yang akan menolong warga sakit dan memerlukan pertolongan untuk dirawat di Rumah Sakit,” ujar Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS di Jakarta, Sabtu (8/5/2021), seperti dikutip Antara.

Herwin menegaskan tindakan mengambil kendaraan bermotor secara paksa (perampasan) dapat dijerat/dikenakan Pasal 365 KUHAP mengenai pencurian dengan kekerasan sebagai pemberatan dari pasal pencurian biasa, sebagai mana dimaksud dalam pasal 362 KUHAP.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved