Sabtu, 16 Mei 2026

Mudik Dilarang tapi 110 TKA CHINA Carter Pesawat Masuk Indonesia di Hari Pertama Lebaran?

Saat pemerintah melarang warganya melakukan aktivitas mudik Lebaran 110 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China masuk Indonesia di hari pertama Lebaran

Tayang:
ISTIMEWA
Puluhan warga Fouchou, China yang masih tertahan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta selama 24 jam karena pemeriksaan dokumen penerbangan, Jumat (7/5/2021) 

Kabarnya, 110 WNA China yang masuk di hari Lebaran pertama tersebut saat ini tengah menjalani karantina di wisma ataupun di hotel yang telah ditunjuk Satgas Gugus TNI.

Mereka disebar di antaranya di Hotel Arcadia 53 orang, Hotel Shangrila 1 orang, Grand Sahid Jaya 18 orang, Mercure Jakarta Batavia 9 orang, DAN Holiday Inn Gajah Mada 30 orang.

Dalam penerbangan itu juga terdapat 1 WNA asal Korea yang melakukan karantina di Hotel Grand Sahid, 2 WNI yang karantina di Hotel Mercure Batavia, dan 1 WNI karantina di Wisma Atlet.

Baca juga: Arya Saloka Komentari Fenomena Kemunculan WNA China di Tengah Larangan Mudik

Diduga kuat, pesawat Xiamen Airlines dengan nomor penerbangan MF855 dari Fuzhou, merupakan pesawat sewa alias carteran karena tidak terdaftar dalam jadwal penerbangan kedatangan internasional reguler.

"Sepertinya pesawat carter," kata Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta M Holik Muwardi, kepada wartawan, Kamis (13/5/2021) malam.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI fraksi PKB Luqman Hakim menilai, pemerintah seharusnya bisa menghentikan masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke wilayah Indonesia.

Ilustrasi / Sebanyak 29 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang sempat tertunda pemulanganya, akhirnya selesai dipulangkan semua. Sama seperti 10 TKA sebelumnya, ke 29 ini juga dipulangkan ke China melalui jalur Jakarta dan dari Bintan diterbangkan ke Jakarta melalui bandara Raja Haji Fisabililah (RHF) Tanjungpinang sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (3/3/2020) kemarin.
Ilustrasi / Sebanyak 29 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang sempat tertunda pemulanganya, akhirnya selesai dipulangkan semua. Sama seperti 10 TKA sebelumnya, ke 29 ini juga dipulangkan ke China melalui jalur Jakarta dan dari Bintan diterbangkan ke Jakarta melalui bandara Raja Haji Fisabililah (RHF) Tanjungpinang sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (3/3/2020) kemarin. (KOMPAS.COM/HADI MAULANA)

Menurutnya, larangan masuknya WNA bisa melalui diterbitkannya aturan oleh pemerintah sendiri dalam rangka menekan angka kasus Covid-19 di Tanah Air.

"Apakah bisa pemerintah menunda atau melarang tenaga kerja asing masuk ke Indonesia? Bisa banget," kata Luqman kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).

"Karena setiap TKA, sebelum masuk ke Indonesia harus memiliki ijin yang dikeluarkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan," imbuhnya.

Apalagi kata Luqman, mendatangkan TKA saat pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran tahun ini.

"Jika izin tidak diterbitkan, maka tidak akan ada TKA yang bisa masuk ke Indonesia," pungkasnya.

Sejak 4 Mei hingga 8 Mei 2021, atau sepekan ini sudah ada 288 WNA asal China masuk ke Indonesia dengan tiga gelombang.

Baca juga: 325 TKA CHINA MASUK BINTAN, Tenaga Ahli PT BAI hingga 3 Desember 2020, Perizinan dari Kementerian

Gelombang pertama pada 4 Mei 2021, di mana saat itu ada 85 WNA asal China datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten.

Mereka datang sekitar pukul 14.55 WIB dengan pesawat charter China Southern Airlines dari Shenzhen.

Selisih satu hari, pada 6 Mei 2021, sebanyak 46 WNA asal China masuk kembali ke Indonesia dengan pesawat Xiamen Air MF855 dari Fuzhou.

Kedatangan 40 TKA China di Kendari sempat viral videonya, ternyata TKA China tersebut dari Jakarta urus perpanjangan perizinan
Kedatangan 40 TKA China di Kendari sempat viral videonya, ternyata TKA China tersebut dari Jakarta urus perpanjangan perizinan (KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)
Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved