Minggu, 26 April 2026

BATAM TERKINI

Penemuan Mayat Bayi di Batam, Pelaku Masih Bebas, Erry: Polisi Harus Kerja Keras

Penemuan mayat bayi sebelumnya ditemukan terdampar di tepi pantai Tanjung Sengkuang, Kamis (29/4/2021). Kondisi bayi penuh luka.

internet
ILUSTRASI PENEMUAN MAYAT BAYI DI BATAM - Pelaku pembuang mayat bayi yang ditemukan di tepi pantai Tanjung Sengkuang, Kamis (29/4/2021) masih misteri. Foto ilustrasi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – Kasus penemuan mayat bayi di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam jadi atensi Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perkumpulan Komisioner Perlindungan Anak Indonesia Daerah (PKPAID) Provinsi Kepri, Erry Syahrial.

Ia mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penemuan mayat bayi di Batu Ampar, Kamis (29/4/2021).

Erry Syahrial mengaku prihatin dengan kondisi bayi yang penuh luka saat ditemukan di tepi pantai, tak jauh dari pelabuhan sekitar Tanjung Sengkuang.

Erry berharap pelaku pembuangan bayi tak berdosa itu dapat segera ditangkap.

Masyarakat Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kota Batam sebelumnya dibuat geger dengan penemuan mayat bayi terbungkus kantong plastik berwarna merah.

Jasad bayi itu ditemukan terdampar di pinggiran pantai Tanjung Sengkuang atau tidak jauh dari Pelabuhan Pendi.

Bayi malang itu ditemukan oleh seorang nelayan yang hendak berlabuh di pinggiran pantai Tanjung Sengkuang Dalam, RT 0 RW 01 Kelurahan Tanjung Sengkuang Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kamis (29/4/2021).

Erry Syahrial
Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perkumpulan Komisioner Perlindungan Anak Indonesia Daerah (PKPAID) Provinsi Kepri, Erry Syahrial (TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH)

“Kami mendesak kepolisian untuk tak berhenti menyelidiki siapa dalang di balik kasus ini,” tegas Erry kepada TribunBatam.id, Selasa (18/5/2021) malam.

Pasalnya, lanjut dia, kasus ini sudah bergulir selama dua pekan.

Ia paham, pihak kepolisian harus bekerja keras untuk mengungkap kasus bayi malang tersebut.

Menurutnya, dukungan dari masyarakat sekitar lokasi kejadian juga menjadi hal penting untuk mendukung upaya penyelidikan.

“Kami berharap stakeholders perlindungan anak Pemko Batam, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dapat lebih bekerja keras terkait permasalahan seperti ini.

Saya melihat perlindungan anak saat ini agak kendur,” sesalnya.

Jika pelaku berhasil ditangkap, Erry meminta agar aparat penegak hukum dapat memberikan sanksi yang setimpal.

Hal ini bertujuan untuk memberi efek jera kepada pelaku dan mencegah kasus serupa kembali terjadi.

Ia juga menyebut, aparat penegak hukum sendiri memiliki ‘utang’ terkait kasus pembuangan bayi yang harus dituntaskan.

“Dengan adanya kasus ini, tentu menjadi cerminan bahwa kasus kekerasan terhadap anak perlu perhatian.

Pemerintah harus turun tangan melakukan upaya-upaya pencegahan,” sebutnya.

Baca juga: Penemuan Mayat di Batam, Ini Kondisi Terbaru Penemuan Jasad Fredi

Baca juga: Penemuan Mayat di Lingga, Rudi Tewas di Tengah Hutan, Ada Lubang di Dada Diduga Benda Ini

SEMPAT Dikira Potongan Ayam

Kejadian penemuan mayat bayi di pinggir Pantai Tanjung Sengkuang Dalam, RT 01 RW 01 Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, sebelumnya sempat membuat geger warga sekitar, Kamis (29/4/2021).

Adalah Acok (50), seorang nelayan yang hendak berlabuh di pinggir Pantai Tanjung Sengkuang Dalam, yang menemukan mayat bayi itu .

Saat ditemui wartawan TribunBatam.id, Acok mengatakan, awalnya ia hendak menepi ke darat setelah semalaman pergi melaut.

Setelah sampai di darat, ia melihat sebuah kantong plastik berwarna merah berada di sekitar bibir pantai.

Semula ia mengira kantong merah tersebut merupakan potongan ayam.

"Saya pikir potongan ayam yang sengaja dibuang warga. Karena penasaran saya mendekat, astaga ternyata jasad bayi yang sudah meninggal dunia," ucap Acok seraya mengekspresikan rasa kaget ketika pertama kali melihat jasad Bayi tersebut.

Karena waswas ia lantas memanggil beberapa warga di sekitar lokasi kejadian. Selanjutnya penemuan mayat bayi itu dilaporkan ke Ketua RT 01 Sengkuang Dalam dan Polsek Batu Ampar Batam.

Acok mengatakan, saat ditemukan posisi jasad bayi itu dalam keadaan miring ke kiri. Secara kasat mata Acok melihat seperti ada luka tusukan di bagian depan jasad bayi itu.

Penemuan jasad bayi di pinggir pantai Tanjung Sengkuang Dalam, Batam, Kamis (29/4/2021)
Penemuan jasad bayi di pinggir pantai Tanjung Sengkuang Dalam, Batam, Kamis (29/4/2021) (tribunbatam.id/istimewa)

Diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam digegerkan penemuan mayat bayi di pinggiran Pantai Tanjung Sengkuang Dalam atau tidak jauh dari Pelabuhan Pendi.

Jasad bayi malang itu ditemukan terbungkus kantong plastik warna merah.

Acok, nelayan yang hendak berlabuh di pinggiran Pantai Tanjung Sengkuang Dalam, disebut-sebut menjadi orang pertama yang menemukan mayat bayi itu, Kamis (29/4/2021).

Penemuan mayat bayi itu diperkirakan terjadi sekira pukul 07.35 Wib.

"Tadi Acok yang menemukan jasad bayi malang itu saat hendak menyandarkan perahunya ke bibir pantai," ujar warga setempat bernama Marida (23) kepada Tribun Batam.

Kapolsek Batu Ampar AKP Salahuddin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Ya betul, tadi pagi ada laporan dari warga Tanjung Sengkuang atas penemuan jasad bayi di pinggiran Pantai Tanjung Sengkuang Dalam," ujar Salahuddin.

Ia melanjutkan, jasad bayi yang ditemukan warga Sengkuang Dalam itu berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan masih berumur hitungan hari..

Pasalnya saat ditemukan, tali pusat masih menempel di pusat jasad bagi malang tersebut.

Guna penyelidikan, mayat bayi itu dievakuasi polisi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk diautopsi.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah/Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved