TRIBUN WIKI
5 Tradisi Perayaan Waisak di Berbagai Negara, Identik dengan Dupa dan Teratai
Inilah 5 Tradisi Perayaan Waisak di Berbagai Negara, Identik dengan Dupa dan Teratai
Upacara ini adalah hal yang umum di seluruh Asia.
Dalam prosesinya, air beraroma harum yang telah diberkati akan dituangkan ke atas patung bayi Buddha yang jari telunjuk kanannya mengarah ke atas dan jari telunjuk kiri ke bawah menuju bumi mengacu pada kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama atau Sang Buddha.
2. Jepang
Selain China, Jepang juga merupakan salah satu negara dengan populasi penganut agama Buddha paling banyak di dunia sebanyak 46 juta di tahun 2010 menurut Pew Research Center.
Pada Hari Raya Waisak, biasanya masyarakat akan melakukan tradisi mengelilingi bunga teratai yang konon tumbuh dari tempat bayi Buddha berjalan.
Selain itu, para umat Buddha juga diundang datang ke kuil untuk memandikan patung Buddha, lalu mereka akan menaburi patung dengan ama-cha, sejenis teh manis yang dibuat dengan berbagai macam daun hydrangea.
Setelah itu mereka mengalungkan rangkaian bunga teratai di patung Buddha tersebut.
3. Thailand

Di Thailand, hari lahir Buddha atau Visakha Puja merupakan hari libur.
Melansir artikel Kompas.com dengan judul "5 Tradisi Unik Perayaan Waisak di Berbagai Negara", orang-orang berkumpul di kuil untuk mendengarkan ceramah dari para biksu.
Selain itu, mereka dapat merapal doa sekaligus mempersembahkan makanan, bunga, dan lilin yang dimaksudkan untuk melambangkan batasan dari kehidupan material.
4. India

Di India, Hari Raya Waisak dikenal dengan sebutan Buddha Purnima atau Buddha Jayanthi.
Pemeluk agama Buddha di sana akan merayakan Hari Raya Waisak dengan tradisi yang beragam, dengan Kota Dharamsala sebagai pusat ajaran Buddha Tibet (Tibetan Buddhism).
Seperti di banyak tempat, umat Buddha di India biasanya akan berpakaian putih dan pergi ke kuil untuk mendengar khotbah.
Selain itu, mereka juga biasanya akan menjalani pola makan vegetarian, salah satunya dengan mengonsumsi kheer, sejenis hidangan manis dari beras yang disantap guna melambangkan persembahan bubur kepada Sang Buddha yang berpuasa saat muda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ninggalkekoe.jpg)