Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Terjerat Kasus Narkoba, Anak Anggota DPRD Kepri Akan Jalani Rehabilitasi di BNN

Terjerat kasus narkoba, anak anggota DPRD Kepri berinisial MERB akan menjalani rehabilitasi di BNN Karimun. Ini dasar polisi

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Yeni Hartati
Terjerat Kasus Narkoba, Anak Anggota DPRD Kepri Akan Jalani Rehabilitasi di BNN. Foto Kasat Narkoba Polres Karimun Iptu Elwin Kristanto 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Satuan Reserse Narkoba (Satres narkoba) Polres Karimun melimpahkan kasus anak anggota DPRD Kepri berinisial MERB ke Badan Narkotika Nasional ( BNN) Karimun.

Anak anggota dewan itu akan menjalani rehabilitasi di BNN bersama empat rekannya.

Sebelumnya, MERB ditangkap polisi pada Senin (17/5/2021) lalu terkait peredaran narkotika di Karimun.

Ada empat rekan lainnya yang ditangkap polisi di dua lokasi berbeda.

Kelima orang itu diduga melakukan pesta narkoba di dalam rumah yang berada di Jalan Lubuk Semut, Kecamatan Karimun.

Tiga orang ditangkap di Jalan Lubuk Semut Kecamatan Karimun. Dua lainnya ditangkap di luar itu.

Dari lima orang itu, satu di antaranya MERB.

Namun saat dilakukan penangkapan, polisi tidak menemukan barang bukti narkotika.

Polisi hanya mendapat alat hisap (bong), sehingga, MERB dan rekannya yang diamankan polisi masuk dalam kategori korban penyalahgunaan atau pecandu.

Kasat Narkoba Polres Karimun, Elwin Kristanto menjelaskan, pelimpahan kasus untuk dilakukan rehabilitasi tersebut juga tertuang dalam peraturan bersama Ketua Mahkamah Agung, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Jaksa Agung, Kapolri, Kepala BNN Nomor 01/PB/MA/III/2014, No. 03 Tahun 2014, No. 11 Tahun 2014, No. 03 Tahun 2014, No. PER 005/A/JA/03/2014, No. 1 Tahun 2014 DAN No PERBER/01/III/2014/ BNN tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitas.

"Karena tidak ada barang bukti narkotika, kita melimpahkan ke BNN untuk dilakukan rehabilitasi," ucap Elwin Kristanto, pada Rabu (26/5/2021).

Ia menambahkan, kasus penyalahgunaan narkotika dalam hal sebagai pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika, baik yang melaporkan diri atau dilaporkan orang tua atau saat terjaring razia namun tidak ada barang bukti, tidak dilakukan proses penyidikan.

"Meskipun hasil urine positif, dalam hal ini jatuh sebagai korban penyalahgunaan atau pecandu. Tidak dilakukan proses penyidikan dan dapat dilimpahkan pada tim asesmen terpadu, yaitu BNN," jelasnya.

Pesta Narkoba

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved