Senin, 11 Mei 2026

BERITA CHINA

Militer China Semakin Kuat, AS Waswas Tentara Xi Jinping Ambil Peran di Timur Tengah

Pesatnya kemajuan militer China dan Rusia yang bersekutu mulai dikahwatirkan Amerika Serikat akan mengambil peran Negeri Paman Sam di Timur Tengah

Tayang:
China Daily
Foto pasukan militer China yang bersaing ketat dalam hal kekuatan dan kemajuan teknologi tempur dengan Amerika Serikat dan Rusia 

TRIBUNBATAM.id - Pesatnya kemajuan militer China dan Rusia mulai dikahwatirkan Amerika Serikat.

Tiga negara itu diketahui bertengger di peringkat 3 besar negara dengan militer terkuat di dunia.

Dan Negeri Paman Sam yang mengklaim sebagai "polisi dunia" selama ini mengakar kerap melakukan operasi militer di sejumlah negara Timur Tengah.

Menyusul makin kuatnya kekuatan dua peraingnya yang justru berkoalisi, AS khawatir Rusia dan China ada di Timur Tengah.

Hal itu seiring ada rencana pengurangan personel tentara AS di wilayah itu.

Baca juga: Dokumen Ini Bongkar Borok China, Xi Jinping Tak Bisa Berbohong soal Virus dan PD III ?

Jika itu dilaksanakan, maka AS berisiko memberi kedua negara itu kesempatan untuk mengisi celah dan memperluas pengaruh mereka di sekitar Teluk.

Saat melakukan perjalanan di Timur Tengah selama sepekan terakhir, Jenderal Marinir Frank McKenzie, Komandan Militer AS di Timur Tengah terus menerus menjawab pertanyaan.

Kolase Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping
Kolase Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping (Kolase Tribun Batam / Leo Halawa)

Khususnya dari para pemimpin militer dan politik yang dia temui, apakah AS masih berkomitmen pada negara dan kawasan mereka, dan apa lebih banyak dukungan yang bisa mereka dapatkan.

Dari medan perang berdebu di Suriah hingga lingkungan yang dihantam roket di Irak dan Arab Saudi, mereka khawatir.

Poros Amerika ke Asia akan dibiarkan tanpa pasukan, kapal, pesawat dan bantuan militer lainnya yang mereka butuhkan untuk memerangi kelompok militan yang didukung Iran menyerang rakyat mereka.

Dan jika AS lambat merespons, mereka mungkin mencari bantuan di tempat lain.

"Timur Tengah secara luas adalah wilayah persaingan ketat antara kekuatan-kekuatan besar," kata McKenzie, seperti dilansir AP, Selasa (25/5/2021).

Baca juga: 8 Fakta Pidato Perpisahan Donald Trump, Singgung Timur Tengah hingga Kutuk Aksi di Capitol AS

"Saya pikir, saat kami menyesuaikan postur tubuh kami di kawasan itu, Rusia dan China akan melihat dengan sangat dekat untuk melihat ruang hampa yang dapat mereka eksploitasi," jelasnya.

"Saya pikir mereka melihat Amerika Serikat mengubah postur tubuh untuk melihat ke bagian lain dunia dan mereka merasa mungkin ada peluang di sana," tambahya.

Berbicara di kamar hotelnya setelah bertemu dengan para pejabat Arab Saudi, McKenzie mengatakan penjualan senjata akan menjadi salah satu kebutuhan yang dapat dieksploitasi Moskow dan Beijing.

Foto malam yang merekam pergerakan pasukan AS yang akan menyerang markas ISIS di Afganistan
Foto malam yang merekam pergerakan pasukan AS yang akan menyerang markas ISIS di Afganistan (Istimewa/daily mail)
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved