Terungkap Peran Junanda Hasibuan, Otak Pembunuhan Guru SD di Toba Umur 15 Tahun, Kini Diburu Polisi
Polisi membeberkan sosok otak pelaku pembunuhan guru SD di Toba, Martha boru Butarbutar.
TRIBUNBATAM.id, BATAM- Polisi mengungkap peran Junanda Hasibuan, satu di antara pelaku pembunuhan guru SD di Toba.
Junanda Hasibuan ternyata menjadi otak pelaku pembunuhan Marta boru Butarbutar.
Polisi pun membeberkan jika pelaku juga masih berusia di bawah umur.
Saat ini Junanda Hasibuan masih diburu oleh polisi.
Baca juga: Kronologi Pembunuhan Sadis Guru SD Martha Elisabeth Butarbutar, Polisi Tembak Dua Pelaku di Medan
Baca juga: Fakta-fakta Pembunuhan Sadis Guru SD di Toba, Korban Dikenal Pendiam dan Alami 24 Tikaman
Pembunuhan sadis terhadap Martha ternyata berawal dari niat tersangka Junanda Hasibuan (15) yang saat ini masih buron.
Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya menuturkan bahwa dua tersangka, yakni Junanda Hasibuan dan Yosef Rikki Tambunan telah berencana mencuri di rumah korban Marta boru Butarbutar.
"Pada pukul 16.30 WIB, JH dan YPT mencari dan mempersiapkan benda yang akan digunakan untuk melakukan pencurian berupa sebuah obeng dan sebuah kunci baut. Setelahnya, benda ini berada dalam penguasaan JH," sambungnya.
Pada malam hari, ketiga tersangka yakni Junanda Hasibuan, Yosef Rikki Tambunan, dan Davidson Napitupulu berkumpul di sebuah warnet dan bersiap melakukan pencurian di rumah korban.
Pada saat itu, JH mengatakan kepada YPT agar mereka mencuri di kampung JH di Desa Lumban Lobu.
"Alasan mereka adalah di sana ada seorang guru perempuan dan hanya tinggal sendirian. Mereka memastikan bahwa di rumah tersebut ada laptop, uang dan HP serta benda-benda berharga lainnya yang bisa dicuri," terangnya.
Ketiganya kemudian berkumpul di dalam warnet yang ada di Kota Porsea.
"Pada pukul 23.00 WIB, warnet tutup sehingga mereka pindah ke warnet yang lain yang berada di Kota Porsea juga. Dan sekitar pukul 23.30 WIB, mereka meminjam sepeda motor untuk berangkat ke lokasi pencurian, rumah korban," tuturnya.
"Pada Senin (24/5/2021), sekira pukul 01.00 WIB, mereka berangkat setelah mendapatkan sepeda motor. Tersangka YPT yang membawa sepeda motor, lalu tersangka JH membawa sebuah obeng dan kunci dalam kantong," pungkasnya.
Barang Bukti
Dalam konpers tersebut, Kapolres Toba juga membeberkan barang bukti yang didapatkan polisi dari kedua tersangka.
"Adapun barang bukti yang kita sita dari tersangka adalah sehelai celana dalam terdapat bercak darah, sehelai baju lengan pendek terdapat bercak darah," ujar AKBP Akala.