Breaking News:

PENCABULAN DI TANJUNGPINANG

Dua Remaja Korban Asusila Oknum Lurah di Tanjungpinang Jalani Pemulihan

Kepala BPPKAD Tanjungpinang Rustam menyebut, pihaknya akan melakukan pendampingan secara psikologis terhadap 2 remaja korban asusila

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Dua Remaja Korban Asusila Oknum Lurah di Tanjungpinang Jalani Pemulihan. Foto Kepala BPPKAD Kota Tanjungpinang, Rustam 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Dua remaja korban asusila oknum Lurah Tanjungpinang Kota, guru agama dan penjaga toko di Tanjungpinang menjalani pemulihan.

Dua anak yang masing-masing berumur 13 dan 11 tahun itu dalam masa pendampingan Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (BPPKAD) Kota Tanjungpinang.

Hal itu disampaikan Kepala BPPKAD Kota Tanjungpinang, Rustam, Senin, (31/5/2021) seusai kegiatan peresmian galeri kerajinan puan jelita di Kantor BPPKAD.

"Kita sudah koordinasi dengan provinsi juga, saat ini kita lakukan pendampingan secara psikologis dalam rangka pemulihan anak tersebut," terang Rustam.

Rustam menjelaskan, proses pemulihan nantinya akan dilakukan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang terdiri dari psikolog, dan pendamping hukum.

Baca juga: Tangan Diborgol, Lurah Tanjungpinang Kota Tutup Muka, Jadi Tersangka Kasus Cabul

Baca juga: Polisi Selidiki Pelaku Lain, Kasus Pencabulan Anak di Tanjungpinang, Ini Kata Kapolres

"Biasanya sesuai kebutuhan psikologinya. Pemulihan bisa 6 atau 12 kali untuk mengembalikan psikologis anak tersebut," sebutnya.

Terkait hasil assesment perkembangan pemulihan korban, Rustam mengaku belum menerima hasilnya.

"Assemennya belum sampai kepada saya, mestinya sudah terus dipelajari perkembangannya dari waktu ke waktu," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Rustam juga membagikan kiat-kiat yang harus dilakukan orang tua untuk melindungi anaknya dari tindakan asusila.

"Tipsnya perlu pengawasan dari keluarga. Jadi orang tua harus menjadi contoh teladan bagi putra putrinya, mengawasi dengan baik setiap perkembangan serta berkomunikasi setiap saat dengan putra putrinya," ujarnya.

Terkait pemulihan psikis maupun mental yang dialami korban, Rustam menyebutkan akan membutuhkan jangka waktu yang lama.

"Jadi langkahnya adalah dengan berkomunikasi secara intensif, dengan begitu bisa lebih cepat diketahui," tukasnya.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Tanjungpinang

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved