Breaking News:

Antisipasi Kerugian Saat Berinvestasi Aset Kripto, Para Pemula Harus Simak Trik Berikut Ini

Teguh menganjurkan, dana yang digunakan untuk berinvestasi pada aset kripto jangan berasal dari dana darurat.

Editor: Rimna Sari Bangun
TRIBUNBATAM.id/IST
Ilustrasi bitcoin, aset kripto 

CEO Tokenomy Christian Hsieh mengatakan, laporan tersebut menunjukkan, semua investor memiliki sentimen preferensi yang tinggi terhadap aset kripto dibandingkan aset lainnya. “Kami mengumpulkan umpan balik dari 21,052 pengguna Tokenomy dan Indodax, bursa aset kripto terbesar di Indonesia dengan lebih dari 3 juta pengguna,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/5/2021).

Hasil laporan itu juga menunjukkan, setiap tahun jumlah pengguna aset kripto terus berkembang, terutama di awal 2018 dan akhir 2020. Data laporan tersebut menunjukkan bahwa investor di Indonesia memanfaatkan publikasi berita, analisa teknikal, dan diskusi grup telegram, untuk membantu mereka mengambil keputusan investasi.

“Meskipun investasi aset kripto masih sering dibandingkan dengan kelas aset lain seperti saham, obligasi, perumahan, dan komoditi, semua investor memiliki sentimen preferensi yang tinggi terhadap aset kripto dibandingkan aset lainnya,” tutur Christian.

Selain itu, pengembangan lebih jauh pada penerapan aset kripto, seperti DeFi dan Pinjaman, Stablecoin, dan lain-lain, menunjukkan bahwa kelas aset ini dan teknologinya memiliki potensi dan utilisasi yang sangat besar.

“Seiring penerapan teknologi blockchain yang terus berkembang, kami dengan antusias akan terus memberikan layanan dan pengalaman terbaik untuk pengguna kami,” katanya.

Sementara itu, CEO Indodax Oscar Darmawan menyatakan, antusias masyarakat terhadap aset kripto terlihat dari jumlah anggota Indonesia Bitcoin and crypto exchanges yang saat ini mencapai 3 juta anggota aktif.

"Meningkatnya jumlah member karena masyarakat Indonesia yang saat ini sedang hype Bitcoin dan kripto. Fenomena ini terjadi di seluruh dunia dan bukan hanya di Indonesia," ujarnya.

Penambahan jumlah anggota tersebut, lanjutnya, karena efek dari meningkatnya harga Bitcoin dan aset kripto secara drastis, dimana hampir seluruh top aset kripto mencatatkan rekor all time high (harga tertinggi sepanjang sejarah), di antaranya Bitcoin, Ethereum, DOGE Tron, Bittorrent dan lain-lain.

"Meski Indonesia hanya menyumbang satu persen volume transaksi Bitcoin dari seluruh dunia, tetapi ini menandakan bahwa orang-orang Indonesia sudah mulai banyak yang menggemari Bitcoin dan aset kripto lain,” ucap Oscar. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved