Breaking News:

VIRUS CORONA DI KEPRI

Sampel SWAB yang Masuk ke BTKLPP Batam Meningkat, Paling Banyak 1.000 Lebih 1 Hari

Kepala BTKLPP Kelas I Batam, Budi Santosa, membenarkan saat ini jumlah sampel swab yang diterima pihaknya cenderung meningkat dibanding tahun 2020

Penulis: Hening Sekar Utami | Editor: Dewi Haryati
FREEPIK.COM
Sampel SWAB yang Masuk ke BTKLPP Batam Meningkat, Paling Banyak 1.000 Lebih 1 Hari. Ilustrasi covid-19. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus Covid-19 di Kepulauan Riau (Kepri) terus meningkat. Demikian pula jumlah sampel swab untuk diuji melalui PCR test kian bertambah.

Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam menjadi salah satu penerima dan penguji sampel swab terbanyak dari beberapa wilayah di Kepri maupun daerah lainnya.

Kepala BTKLPP Kelas I Batam, Budi Santosa, membenarkan saat ini jumlah sampel swab yang diterima pihaknya cenderung meningkat dibanding tahun 2020 lalu.

Di tahun sebelumnya, hingga akhir Desember 2020 lalu, jumlah total sampel covid-19 yang diperiksa BTKLPP Batam mencapai 58.856 sampel. Dibandingkan tahun ini, memasuki baru bulan kelima yaitu Mei 2021, sudah ada 41.739 sampel diperiksa.

"Dalam minggu ini rata-rata 600-an sampel per hari," ujar Budi ketika dihubungi Tribun Batam, Selasa (1/6/2021) siang.

Baca juga: 544 Pasien Covid-19 Berstatus OTG Dirawat di Asrama Haji Batam 

Baca juga: Lansia 81 Tahun di Natuna Meninggal Dunia Kena Covid-19, Kasus Baru Terus Meningkat

Bahkan paling banyak, sampel yang masuk ke BTKLPP sempat menyentuh angka 1.000 lebih sampel, yaitu pada tanggal 26 dan 30 Mei 2021. Pada rentang waktu tersebut, angka kasus Covid-19, khususnya di Batam memang tercatat mengalami lonjakan.

Selama ini, BTKLPP Batam menerima sampel Covid-19 dengan tiga kriteria. Pertama sampel kategori urgent atau mendesak. Contohnya adalah sampel dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan sampel dari kasus meninggal dunia.

"Selain itu sampel dari pasien yang gejala kesehatannya memburuk, dan sampel ibu hamil yang hendak melahirkan juga tergolong mendesak. Target keluarnya hasil dalam waktu 1x24 jam," jelas Budi.

Kedua, ada juga sampel prioritas, yakni sampel yang dikirim dari rumah sakit, dinas kesehatan kabupaten/kota, atau sampel dari puskesmas hasil tracing kasus Covid-19. Target keluar hasil untuk sampel kategori ini adalah 1 sampai 3x24 jam.

"Sedangkan sampel yang bermasalah dengan NAR bisa lebih dari 3 hari keluar hasilnya," tambah Budi.

Meski jumlah sampel yang masuk ke BTKLPP Batam membludak, Budi menyatakan pihaknya masih belum menemui kendala berarti selama pemeriksaan sampel tersebut. Sampel-sampel terkait kasus Covid-19 sampai saat ini masih dapat dikerjakan oleh BTKLPP Batam.

(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Batam

Berita tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved