LALAT SERBU GALANG
Ribuan Lalat Serbu Rumah Warga di Galang Batam, Uba Minta Perhatian Serius Pemerintah
Anggota DPRD Kepri Uba Ingan Sigalingging melihat sendiri banyak lalat menyerbu rumah warga di Tanjung Banun, Galang, Batam
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga Kampung Tanjung Banun, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau diserang ribuan lalat dalam dua bulan terakhir.
Serbuan lalat itu membuat masyarakat yang tinggal di Tanjung Banun susah melakukan aktivitas.
Tak hanya itu, beberapa anak balita di sana juga terserang diare.
Anggota DPRD Kepri, Uba Ingan Sigalingging menyoroti serangan lalat di pemukiman warga ini.
Uba mengatakan dirinya ikut menyaksikan langsung serangan lalat tersebut saat bersilaturahmi ke Tanjung Banun.
Baca juga: Ini 7 Cara Ampuh Membasmi Lalat di Pekarangan Rumah
Baca juga: Rumah Warga Tanjung Benun, Galang Batam Diserbu Ribuan Lalat
"Ketika saya sampai di sana sudah berhadapan dengan ribuan lalat. Ini seperti koloni lalat yang menyerang pemukiman warga," ujar Uba, Rabu (2/6/2021).
Karena itu, politisi Hanura ini meminta agar hal tersebut menjadi perhatian serius pihak terkait, baik Pemerintah Kota Batam maupun Pemerintah Provinsi Kepri.
Menurutnya, kesehatan masyarakat di atas segalanya.
"Harus menjadi perhatian pemerintah dalam hal pemberian izin investasi. Pada prinsipnya masyarakat mendukung investasi tetapi di sisi lain masyarakat menjadi korban karena mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Uba menegaskan, pemerintah harus bersikap serius menanggapi bencana yang dialami oleh masyarakat tersebut.
"Yang mengejutkan adalah warga mengatakan kejadian serbuan ribuan lalat tersebut sudah beberapa tahun terakhir dan yang paling parah kali ini," jelasnya.
Uba mengatakan, segala upaya juga sudah dilakukan masyarakat dengan menyurati pemerintah setempat serta dinas terkait.
"Masyarakat juga sudah menyurati DLH Batam dan kita harapkan menjadi perhatian pihak terkait. Sudah cukup kita melawan covid, jangan ditambah dengan penyakit lain. Melihat fenomena ini kita harapkan pihak perusahaan memperhatikan tanggung jawab kepada masyarakat," ujar Uba.
Sebelumnya diberitakan, ribuan lalat mengganggu aktivitas masyarakat Tanjung Banun, Sembulang, kecamatan Galang kota Batam selama kurang dua bulan terakhir ini.
Ketua RW 05, kelurahan sembulang, kecamatan Galang, Romi Susandi mengatakan,serbuan lalat ke pemukiman warga Tanjung Benun, Galang sudah hampir dua bulan terakhir ini.
"Sampai kita beraktivitas saja susah seperti hajatan karena naruh makanan langsung di serbu banyak lalat," ujarnya pada Selasa (1/6/2021)
Menurut Romi, ribuan lalat yang masuk perkampungan diduga dari peternakan ayam yang tidak jauh dari pemukiman warga.
"Kurang lebih jarak kandang ayam dan pemukiman warga kurang lebih 1 kilometer. Berdirinya udah lama," ujarnya
Serbuan lalat sebelumnya memang sering terjadi, tetapi tidak separah dan selama saat ini.
"Sebelumnya hal seperti ini pernah tapi tak lama beberapa hari langsung hilang, tapi kali ini berbeda dan masyarakat juga sudah gerah," ujarnya.
Baca juga: BERSIAPLAH! Tim Terpadu Batam Bakal Razia Protkes Siang dan Malam Selama Juni, Ini Sanksinya
Romi mengatakan, berbagai upaya untuk mengurangi serbuan lalat ke pemukiman warga sudah dilakukan, ia juga mengatakan pihaknya juga melakukan pertemuan dengan pihak pemilik peternakan ayam agar sama-sama mencari solusi serbuan Lalat ke pemukiman warga.
"Kita juga sudah pernah bertemu pihak perusaha dengan difasilitasi kelurahan dan yang kita sayangkan tidak ada keputusan karena yang datang adalah menejer," ujarnya.
Romi mengatakan warga berharap agar pihak pemerintah dan peternakan sekitar agar memberikan solusi terbaik agar bisa mengurangi serbuan Lalat ke pemukiman warga.
"Kita berharap agar ada upaya serius dari pihak perusahaan agar serius menanggapi kasus lalalt ini. Kita berharap kepada walikota dan gubernur agar menegur perusahaan agar memperhatikan dampak lingkungan yang di timbulkan," ujarnya.
Ketua RT 01, RW 05, Kelurahan Sembulang kecamatan Galang, Ariantono mengatakan bahwa masyarakatnya sudah banyak mengeluhkan hal tersebut.
"Saya berharap pemerintah dan pengusaha peternakan ayam agar mengambil tindakan sehingga bisa mengurangi lalat di Tanjung Banun," ujarnya.
Sementara pemuda setempat, Azwir pemuda Setempat mengeluhkan hal serupa.
Ia mengatakan kejadian ribuan lalat masuk ke pemukiman terparah ialah kejadian kali ini.
"Saya sampai bawa ngungsi istri dan anak saya ke rumah saudara saya, karena banyak lalat saya khawatir mengganggu kesehatan anak saya," jelasnya.
Selain itu Azwir menyebutkan bahwa untuk tidur saja, Masyarakat jarus membeli qulambu agar tidak di gangu lalat.
"Kita istirahat jadi tidak teratur, malam hari juga masih banyak lalat," jelasnya. (TRIBUNBATAM.id/Alamudin)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/01062021lalat-serbu-tanjung-banun.jpg)