Breaking News:

KEPRI TERKINI

Dapat Sorotan Jokowi, Ini Ikhtiar Bersama Menstimulus Pertumbuhan Ekonomi Kepri

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyebut Presiden Jokowi menyoroti ekonomi Kepri yang masih lebih rendah dari pertumbuhan perekonomian nasional

tribunbatam.id/istimewa
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menjadi pembicara dalam Executive Meeting Akselerasi Belanja Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi Kepri dari Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungppinang, Kamis (3/6/2021). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memandang akselerasi belanja APBN sangat penting untuk memberikan dukungan pada pemulihan perekonomian Provinsi Kepri yang saat ini mengalami perlambatan akibat pandemi Covid-19.

Karena itu, Ansar mengingatkan agar para satuan kerja (satker) dari Kementerian/Lembaga pusat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran APBN untuk menumbuhkembangkan perekonomian Kepri.

"Belanja APBN yang telah dialokasikan pada DIPA saudara-saudara merupakan konsumsi pemerintah sebagai salah satu variabel penting pembentuk PDRB," ucap Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menjadi pembicara dalam Executive Meeting Akselerasi Belanja Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi Kepri dari Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungppinang, Kamis (3/6/2021).

Acara ini digelar oleh Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu Provinsi Kepri dengan tujuan melanjutkan sinergi dan kerja sama yang baik antara Kanwil DJPb Kepri dan Pemprov Kepri untuk mengawasi pelaksanaan APBN dan bentuk kontribusi Kanwil DJPb Kepri untuk turut membangun Kepri.

Pada kesempatan itu, Ansar mengajak para peserta meeting untuk melihat bagaimana ekonomi Kepri selama masa pandemi. Dari rilis BPS, pertumbuhan ekonomi Kepri di triwulan I 2021 masih mengalami kontraksi sebesar -1,19 persen. Jika dibandingkan dengan triwulan I 2020 yang mampu tumbuh sebesar 2,06 persen.

Baca juga: Gubernur Kepri Kejar Target Vaksinasi Covid-19 dan Minta PPKM Mikro Dioptimalkan

Baca juga: Ketua MPR Datang ke Kepri, Gubernur Ansar dan Bamsoet Bahas Investasi dan Pembangunan

Bahkan menurut Ansar, saat ini pertumbuhan ekonomi Kepri menjadi sorotan Presiden Jokowi. Hal ini terungkap ketika kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Tanjungpinang pada 19 Mei yang lalu.

"Bapak Presiden menyoroti ekonomi kita yang masih lebih rendah dari pertumbuhan perekonomian nasional di minus 0,74 persen," ungkapnya.

Pemulihan ekonomi tidak bisa hanya dibebankan pada APBD semata, namun juga dibebankan pada kinerja APBN yang dialokasikan untuk Kepri. Oleh karena itu sebagai kepala daerah, Gubernur Kepri itu meminta peran serta dan kontribusi para kepala satker sebagai pengelola pagu besar belanja APBN untuk segera melakukan akselerasi belanja pemerintah.

"Ini adalah salah satu ikhtiar kita untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi di Kepri," kata Ansar.

Pada tahun 2021, APBN yang dialokasikan untuk Provinsi Kepri mencapai Rp 15,24 Triliun. Dana tersebut dibagi dalam tiga porsi meliputi pembagian untuk DBH, DAU, dan DID sebesar Rp 5,82 T, transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 1,65 T, dan Belanja K/L sebesar Rp 7,77 T.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Kepri Teguh Dwi Nugroho mengatakan, bahwa instansinya telah melakukan langkah-langkah nyata agar seluruh satker dapat melakukan akselerasi belanja agar dapat berkontribusi positif bagi perekonomian Kepri.

"Di antaranya melalui kegiatan dialog kinerja satker, sosialisasi dan bimbingan teknis, kemudian evaluasi pelaksanaan anggaran, dan review pelaksanaan belanja," tutur Teguh.

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Kepri

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved