Breaking News:

KEPRI TERKINI

Gubernur Kepri Yakin FTZ BBK Semakin Kompetitif dan Berdaya Saing Tinggi

Gubernur Kepri bahas pengembangan FTZ BBK saat rakor bersama perwakilan Kemenko Perekonomian dan Dewan Nasional KEK, Selasa (8/6) di Batam

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo serta Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sekaligus Anggota 2 Bidang Kebijakan Strategis BP Batam Enoh Suharto Pranoto saat Rapat Koordinasi Finalisasi Rencana Induk Pengembangan KPBPB BBK, Selasa (8/6/2021) 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad ingin kawasan Batam, Bintan dan Karimun (BBK) semakin kompetitif. Dengan demikian daya saing Kepri semakin tinggi dan investasi terus berdatangan.

“Pertemuan ini sangat penting dan strategis karena kita akan menyusun rencana induk untuk segera disusun dalam Keppres sehingga menjadi acuan dalam pelaksanaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun (KPBPB BBK),” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Bandara Hang Nadim, Batam, Selasa (8/6/2021).

Gubernur Kepri itu bersama Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo serta Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sekaligus Anggota 2 Bidang Kebijakan Strategis BP Batam Enoh Suharto Pranoto memang melakukan Rapat Koordinasi Finalisasi Rencana Induk Pengembangan KPBPB BBK.

Hadir juga pada kesempatan itu Wakil Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim dan Sekda Bintan Adi Prihantara. Dari Pemprov Kepri tampak hadir Asisten Ekbang Syamsul Bahrum, Staf Khusus Gubernur Sarafudin Aluan, Suyono, Angelinus, dan Muhti serta Kaban Kesbangpol Lamidi, Kepala Barenlitbang Andri Rizal, Karo Pembangunan Aries Fhariandi.

Dalam rakor itu, Ansar ingin melakukan percepatan pertumbuhan perekonomian Kepri. Upaya untuk itu terus digesa dan dilakukan sinkronisasi bersama seluruh stake holder agar berdampak baik bagi masyarakat. Apalagi pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, semua merasakan imbas negatif dengan melemahnya daya beli masyarakat.

Baca juga: Rancang Masterplan BBK dan Tanjungpinang, Kemenko Perekonomian Susun Hingga 2045

Baca juga: Sesmenko Susiwijono Datang ke Batam, Sosialisasi PP 41/2021 hingga Bahas Rencana FTZ BBK

Ansar juga memaparkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri pada awal pandemi Covid-19 sempat berkontraksi sampai minus 6,66 persen. Pada akhir tahun 2020, ekonomi Kepri mengalami perbaikan sampai minus 3,8 persen. Kemudian di Triwulan I tahun 2021 ini meskipun masih rendah namun sudah mengalami perbaikan menjadi minus 1,19 persen.

“Kami optimis nanti di Triwulan IV tahun 2021, Provinsi Kepri akan mencapai angka optimis pertumbuhan ekonomi 3,5 hingga 7,0 persen,” kata Ansar yakin.

Angka optimis itu tentu didasari banyak hal. Di antaranya nilai PMA (Penanaman Modal Asing) Januari-Maret 2021 ini 347,8 Juta dolar Amerika. Sementara nilai PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sampai pada angka Rp 2,5 Triliun.

Kondisi ini juga didukung nilai ekspor Kepri yang mencapai 1.356,15 Juta dolar Amerika. Angka ini meningkat 12,6 persen dari Februari. Didukung pula dengan rencana ekspor perdana Alumina dimulai pada Juni 2021.

Belanja pemerintah yang meningkat dan konsumsi masyarakat terus naik juga mendukung optimisme itu. Apalagi berbagai program padat karya terus berjalan. Ditambah dengan beroperasinya kembali beberapa industri di Karimun dan Batam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved