Breaking News:

HUMAN INTEREST

Kisah Miskayah Berteman Sampah dan Lalat Demi Bertahan Hidup di Tanjungpinang

Sehari-harinya Miskayah bekerja mengumpulkan makanan untuk bagong di TPA Ganet Tanjungpinang.Kadang ia juga nyambi jadi pemulung demi mendapatkan uang

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Kisah Miskayah Berteman Sampah dan Lalat Demi Bertahan Hidup di Tanjungpinang. Foto Miskayah saat sedang mencincang sisa-sisa makanan bekas untuk makan bagong di TPA Ganet, Selasa (8/6/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Namanya Miskayah. Wanita paruh baya itu tampak serius saat mencincang sisa dedaunan potongan sayur bercampur sisa makanan yang dikerubungi lalat besar di hadapannya.

Di bawah teriknya mentari, ia telah siap melindungi kulitnya dengan kostum lusuh sederhana. Kostumnya saat itu berkemeja bunga-bunga lengan panjang, bertopi merah.

Tak lupa ia juga menyiapkan kain tambahan untuk menutup lubang penciumannya dari bau menyengat.

Aroma busuk itu sudah jadi teman sehari-hari Miskayah, dalam prosesnya mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk dibawanya pulang ke rumah.

Demi memenuhi kebutuhan hidup bersama kedua anaknya, Miskayah harus rela banting tulang.

Baca juga: Smart Cabai Antarkan Sandi Pamungkas Dari Natuna Berprestasi di Tingkat Internasional

Baca juga: Kisah Pelatih Sepak Bola di Lingga Kembangkan Generasi Penerus Tanpa Pamrih

Ia jadi tumpuan bagi anak-anaknya setelah berpisah lama dari mantan suaminya dan merantau dari Bekasi ke Tanjungpinang. Itu sekira 18 tahun lalu.

"Sudah belasan tahun. Beginilah kerjaan saya setiap hari. Kumpulin makanan bagong (babi hutan-red) dan saat ini saya juga dibantu sama kedua anak saya," ujarnya, sambil mencincang makanan bagong di hadapannya, Selasa (8/6/2021).

Dalam sehari, ketika bahan bagong di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet banyak, Miskayah mampu mengumpulkan rata-rata hingga 9 karung beras ukuran 25 Kilogram.

"Ya cukup-cukup makanlah. Sekarungnya dihargai Rp 9 ribu, tapi kadang uangnya tidak langsung kita terima. Karena bos kadang belum ada uang, kalau sudah begitu, saya nyambi mulung barang bekas, buat nyari penghasilan lagi," terangnya.

Memiliki 9 anak dengan 7 yang telah berstatus berkeluarga dan 2 yang kini masih ditanggungnya, tetap membuat Miskayah bersyukur menjalani pekerjaan sebagai pemulung dan pengumpul bagong.

Halaman
12
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved