Sabtu, 18 April 2026

Polresta Barelang Gelar FGD Bahas Terorisme

Polresta Barelang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kamis, (10/6/2021) di Aula Anindhita Lantai 2 Mapolresta Barelang

TRIBUN/ istimewa.
Polresta Barelang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kamis, (10/6/2021) di Aula Anindhita Lantai 2 Mapolresta Barelang. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polresta Barelang menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kamis, (10/6/2021) di Aula Anindhita Lantai 2 Mapolresta Barelang.

Kegiatan dengan tema 'Pencegahan Penanggulangan Paham Radikal dan Terorisme di Wilayah Hukum Polresta Barelang' dihadiri oleh Tim Humas Polri.

Kedatangan Tim Div Humas Polri di Kota Batam, khususnya di Mapolresta Barelang dalam rangka melihat secara langsung kegiatan kontra radikal.

Kapolresta Barelang Kombes Yos Guntur, menyatakan diskusi ini berfokus pada memerangi terorisme dan mencegah paham Radikalisme masuk ke Indonesia, khususnya di Kota Batam.

Ada dua kelompok jaringan teroris di Indonesia. Yang pertama jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jemaah Islamyah.

Kelompok atau jaringan teroris jamaah Islamyah terafiliasi dengan kelompok teroris Alkaidah, sedangkan kelompok teroris jamaah JAD terafiliasi dengan ISIS.

"Kegiatan ini digelar bertujuan untuk memberikan ketahanan terhadap paham-paham radikal yang merupakan bibit-bibit aksi terorisme di Indonesia. Pemahaman radikal tersebut bisa tumbuh dan berkembang," ujar Yos.

Bibit-bibit terorisme salah satunya adalah Intoleransi antar sesama umat beragama sehingga akan memunculkan suatu kekacauan di tengah masyarakat jika Polri tidak segera mengantisipasi dengan cara pencegahan dan penggalangan paham radikalisme seperti yg kita lakukan saat ini.

Polri sehingga tokoh agama dan tokoh masyarakat saling bersinergi bersama Polri untuk memerangi Terorisme di Indonesia.

Dalam terorisme yang terjadi asal mulanya adalah dari faktor ideologi yang menurut mereka hanya paham mereka lah yang paling benar maka paham ini harus dibendung dengan kontra radikal dengan memberi pemahaman yang positif.

Sementara Densus 88 yang ada di lingkungan Polri dalam hal penegakan hukum seperti aksi-aksi terorisme.

Namun pola pencegahan perlu dilakukan oleh Polri dengan cara preventif maupun preventif. Yaitu upaya pencegahan terhadap paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan kegiatan pencegahan dan penanaman terhadap ketahanan masyarakat untuk tidak terpapar paham radikalisme.

Sehingga tokoh-tokoh masyarakat yang diundang ini untuk bersama-sama membantu memerangi aksi terorisme di Indonesia.

"Mari bersama - sama kita lawan radikalisme, terorisme musuh kita bersama semoga Allah SWT atau Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan kepada masyarakat bangsa dan negara," ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Tim Div Humas Polri, yang di hadiri oleh Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan Kabag Penum beserta tim, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt.

Selain itu, juga instansi terkait seperti, Kepala Kemenag Kota Batam, dan juga para tokoh agama Tokoh Masyarakat Kota Batam, Ketua PC NU Kota Batam, Pengurus Fkub Kota Batam, Ketua Gp Anshor Kota Batam, Ketua Nu. Kota Batam, Ketua Togam Konguchu Kota Batam, Ketua Muhammadiyah Kota Batam. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved