Menhan Prabowo Subianto Beli Kapal Perang Super Canggih Buatan Italia
Menhan Prabowo Subianto sudah menandatangani kontrak kerja sama pembelian kapal perang terbaru buatan Italia untuk Indonesia. Kapal perang canggih
Kapal kelas ini telah banyak digunakan dalam berbagai misi internasional, baik di bawah bendera NATO atau PBB, dan selama operasi normal Angkatan Laut Italia.
Yang pertama dari kapal-kapal ini mulai beroperasi pada awal 1982. Armada lainnya diluncurkan selama tiga tahun berikutnya. Kapal-kapal kelas Maestrale akan digantikan oleh kelas Bergamini .
Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi), Rizal Darmaputra, menyatakan, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) wajib dilakukan negara manapun, termasuk Indonesia.
Hal itu, menurut Rizal penting dalam menjaga kedaulatan.
Rizal mengatakan investasi pada sektor pertahanan dan keamanan (hankam) merupakan keharusan dan tidak boleh terhenti sekalipun kondisi negara sedang terpuruk seperti sekarang yang dilanda pandemi Covid-19.
"Yang namanya ancaman terhadap kedaulatan bangsa, ancamannya, kan, tidak bisa menunggu sampai Covid-19 selesai dan (modernisasi alutsista) itu juga tidak bisa terputus," ucap Rizal.
Program dalam modernisasi alutsista, kata Rizal, harus tetap dilakukan, tetap dipenuhi karena suatu kesinambungan. Kesinambungan itu yang harus dijalankan karena satu proses yang panjang, dari pemerintah sebelumnya dan dari menteri sebelumnya, menteri sekarang, dan mungkin menteri yang akan datang.
Rizal melanjutkan, Indonesia telah merancang strategi modernisasi alutsista dan tertuang dalam Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF). Disusun sejak 2007 lalu dan dibagi menjadi tiga rencana strategis (renstra) hingga 2024.
"Sekarang kita lagi pemenuhan ke MEF III. Tentu itu harus kita jalani karena itu sudah blue print," ucapnya.
Membangun kekuatan sistem pertahanan menjadi salah satu respons negara atas ancaman yang akan terjadi. Pelaksanaannya melalui modernisasi alutsista, yang termasuk proses jangka panjang.
"Jadi, tidak bisa karena ada Covid-19, ada persoalan seperti ini, lantas kita setop. Nanti untuk memulainya lagi berat. Memang sekarang dalam kondisi yang berat, tapi harus tetap dilalui," ucapnya.
"Namun, kita juga harus siap seandainya terjadi perluasan dari konflik, mau tidak mau kita pasti akan terseret," imbuh Rizal.
Karenanya, Rizal mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyusun rancangan strategis percepatan peremajaan alutsista.
Sebab, menjadi terobosan yang tidak pernah bisa dilakukan serta akan ada kepastian investasi pertahanan selama 25 tahun.
Rizal melihat ada dua alasan yang ingin dicapai oleh pemerintah melalui rancangan strategis percepatan peremajaan alutsista.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/fremm-class.jpg)