Sabtu, 9 Mei 2026

Menhan Prabowo Subianto Beli Kapal Perang Super Canggih Buatan Italia

Menhan Prabowo Subianto sudah menandatangani kontrak kerja sama pembelian kapal perang terbaru buatan Italia untuk Indonesia. Kapal perang canggih

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Fincantieri
Frigate FREMM Bergamini Class. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto diketahui akan mempercanggih peralatan tempur Indonesia.

Setidaknya delapan kapal perang canggih sudah dipesan Prabowo Subianto di galanagan kapal Fincantieri, Italia.

Sejumlah kecanggihan kapal perang ini akan dinikmati oleh Indonesia kemudian hari.

Namun bagaimana kecanggihan tersebut?

Indonesia dikabarkan telah memesan delapan kapal perang jenis frigate kepada galangan kapal Fincantieri, Italia.

Seperti dikutip laman resminya, perusahaan galangan kapal Italia, Fincantieri mengonfirmasi adanya tanda tangan kontrak kerja sama dengan Kementerian Pertahanan RI di bawah komando Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Sebagai informasi, Fincantieri merupakan salah satu produsen kapal terkemuka di dunia asal Italia. Perusahaan yang didirikan pada Desember 1959 di Roma ini sudah memproduksi 7.000 kapal dengan teknologi tinggi.

"Fincantieri akan menjadi kontraktor utama untuk keseluruhan program," demikian informasi dari laman Fincantieri dikutip Kompas.com, Jumat (11/6/2021).

Dikutip dari Kompas.id, kapal fregat Maestrale dibangun tahun 1980-an oleh Fincantieri untuk AL Italia. Saat itu, ada delapan kapal yang dibuat, yang terakhir masuk ke AL Italia pada tahun 1985.

AL Italia kini mengoperasikan dua kapal dan akan segera diganti dengan kapal baru jenis Bergamini.

Sementara dikutip dari situs resmi Fincantieri, fregat FREMM merupakan proyek bersama antara Italia dan Prancis dalam membuat kapal perang untuk masing-masing angkatan laut kedua negara.

Kapal fregat kelas FREMM memiliki bobot 6.500 ton dan panjangnya mencapai 144 meter. Kapal Fregat FREMM memiliki kecepatan tertinggi 27 knot.

Kapal tersebut dilengkapi dengan sonar dan sejumlah senjata pendukung seperti 127/64 volcano gun.

Untuk perlindungan dari serangan udara, FREMM "dipayungi sistem pertahanan rudal Aster 15/30. Ditambah lagi rudal anti kapal skimming laut Teseo Mk2 (versi ekspor, Otomat Mk2). Keduanya dipasok oleh MBDA.

Sistem pertahanan rudal Aster 30 buatan Eropa dipamerkan dalam ajang Paris Air Show 2019 di Le Bourget, Paris, Prancis, Selasa (18/6/2019). Sistem misil darat ke udara Aster 30 yang diproduksi perusahaan pertahanan Eropa, MBDA ini bisa digunakan untuk mengadang serangan pesawat tempur, helikopter, pesawat tanpa awak, dan peluru kendali (rudal). Pameran kedirgantaraan Paris Air Show 2019 berlangsung 17-23 Juni 2019. Tribunnews/Malvyandie Haryadi
Sistem pertahanan rudal Aster 30 buatan Eropa dipamerkan dalam ajang Paris Air Show 2019 di Le Bourget, Paris, Prancis, Selasa (18/6/2019). Sistem misil darat ke udara Aster 30 yang diproduksi perusahaan pertahanan Eropa, MBDA ini bisa digunakan untuk mengadang serangan pesawat tempur, helikopter, pesawat tanpa awak, dan peluru kendali (rudal). Pameran kedirgantaraan Paris Air Show 2019 berlangsung 17-23 Juni 2019.  (Tribunnews/Malvyandie Haryadi)

Rudal Aster ini dirancang untuk mencegat dan menghancurkan berbagai ancaman udara, seperti rudal jelajah supersonik anti-kapal pada ketinggian yang sangat rendah (Sea-skimming) dan terbang cepat, pesawat terbang atau rudal berkinerja tinggi .

Aster terutama dioperasikan oleh Prancis, Italia, dan Inggris sebagai pelanggan ekspor, dan merupakan komponen terintegrasi dari sistem rudal pertahanan udara PAAMS , yang dikenal di Angkatan Laut Kerajaan sebagai Sea Viper.

Sebagai senjata utama sistem PAAMS, Aster melengkapi fregat kelas Horizon dan kapal perusak Tipe 45 Inggris, dan tentu saja FREMM.

Sedangkan untuk Teseo Mk2 menggunakan panduan inersia yang diperbarui dengan perintah dan memiliki jangkauan hingga 55 km. Dua sistem peluncuran vertikal DCNS Sylver A43 dipasang di setiap kapal.

Fregat ini juga dilengkapi dengan sistem senjata anti-kapal selam segala cuaca Milas milik MBDA. Milas, turunan dari Otomat Mk2, membawa dan melepaskan torpedo ringan seperti MU-90 dekat dengan kapal selam musuh yang ditunjuk.

Posisi kapal selam ditunjukkan oleh sonar kapal atau aset lain seperti helikopter ASW atau pesawat patroli maritim.

Selain itu, fregat kelas FREMM juga dilengkapi dengan dua kapal RHIB (perahu karet berlambung) dan dua hangar helikopter.

Fincantieri juga menyatakan tidak menutup kemungkinan akan menjalin kerja sama dengan PT PAL (Persero), sebuah perusahaan berpelat merah yang bermarkas di Surabaya, Jawa Timur.

Adapun dua fregat bekas kelas Maestrale akan mulai dikerjakan Fincantieri setelah Angkatan Laut (AL) Italia menghentikan operasional kapal tersebut.

"Modernisasi dua kapal kelas Maestrale, yang akan diperoleh Fincantieri dari Angkatan Laut Italia setelah dinonaktifkan, juga akan dilakukan di Italia," kata Fincantieri.

Amerika juga beli

Beberapa waktu lalu, Amerika Serikat mengumumkan kesepakatan $ 553,9 juta untuk mengakuisisi kapal FREMM keduanya – diperkirakan akan menempati peringkat sepuluh, setelah kapal itu dipilih oleh Amerika tahun lalu.

Kapal perang AS dengan nama kelas Constellation sedang dibangun oleh Fincondieri di halaman yang dikendalikannya, Marinet Marine, di Marines of Wiston.

Pengiriman kapal AS pertama diharapkan pada tahun 2026.

Frigate Maestrale

Selain FREMM, Indonesia juga dikabarkan mengakuisisi 2 kapal perang "jadul" bekas AL Italia, Frigate Maestrale.

Sebagai informasi, kapal perang yang mulai diproduksi era awal '80an ini dirancang untuk menghadapi peperangan anti-kapal selam (ASW).

Selain itu, kapal dari Maestrale Class ini juga sangat fleksibel sehingga mereka juga mampu melaksanakan operasi anti-udara dan anti-permukaan.

Kapal kelas ini telah banyak digunakan dalam berbagai misi internasional, baik di bawah bendera NATO atau PBB, dan selama operasi normal Angkatan Laut Italia.

Yang pertama dari kapal-kapal ini mulai beroperasi pada awal 1982. Armada lainnya diluncurkan selama tiga tahun berikutnya. Kapal-kapal kelas Maestrale akan digantikan oleh kelas Bergamini .

Modernisasi alutsista TNI

Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi), Rizal Darmaputra, menyatakan, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) wajib dilakukan negara manapun, termasuk Indonesia.

Hal itu, menurut Rizal penting dalam menjaga kedaulatan.

Rizal mengatakan investasi pada sektor pertahanan dan keamanan (hankam) merupakan keharusan dan tidak boleh terhenti sekalipun kondisi negara sedang terpuruk seperti sekarang yang dilanda pandemi Covid-19.

"Yang namanya ancaman terhadap kedaulatan bangsa, ancamannya, kan, tidak bisa menunggu sampai Covid-19 selesai dan (modernisasi alutsista) itu juga tidak bisa terputus," ucap Rizal.

Program dalam modernisasi alutsista, kata Rizal, harus tetap dilakukan, tetap dipenuhi karena suatu kesinambungan. Kesinambungan itu yang harus dijalankan karena satu proses yang panjang, dari pemerintah sebelumnya dan dari menteri sebelumnya, menteri sekarang, dan mungkin menteri yang akan datang.

Rizal melanjutkan, Indonesia telah merancang strategi modernisasi alutsista dan tertuang dalam Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF). Disusun sejak 2007 lalu dan dibagi menjadi tiga rencana strategis (renstra) hingga 2024.

"Sekarang kita lagi pemenuhan ke MEF III. Tentu itu harus kita jalani karena itu sudah blue print," ucapnya.

Membangun kekuatan sistem pertahanan menjadi salah satu respons negara atas ancaman yang akan terjadi. Pelaksanaannya melalui modernisasi alutsista, yang termasuk proses jangka panjang.

"Jadi, tidak bisa karena ada Covid-19, ada persoalan seperti ini, lantas kita setop. Nanti untuk memulainya lagi berat. Memang sekarang dalam kondisi yang berat, tapi harus tetap dilalui," ucapnya.

"Namun, kita juga harus siap seandainya terjadi perluasan dari konflik, mau tidak mau kita pasti akan terseret," imbuh Rizal.

Karenanya, Rizal mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyusun rancangan strategis percepatan peremajaan alutsista.

Sebab, menjadi terobosan yang tidak pernah bisa dilakukan serta akan ada kepastian investasi pertahanan selama 25 tahun.

Rizal melihat ada dua alasan yang ingin dicapai oleh pemerintah melalui rancangan strategis percepatan peremajaan alutsista.

"Pertama, menjamin konsistensi pemenuhan alpalhankam (alat peralatan pertahanan dan keamanan) TNI. Kedua, meningkatkan kesiapan alpalhankam TNI secara siginifikan dalam waktu sesingkat-singkatnya," paparnya.

Dirinya juga setuju dengan strategi Kemenhan mempercepat pengadaan alutsista menjadi 2021-2024. Baginya, kebijakan itu ideal. Ibvestasi secara langsung pada 2021-2024 akan meningkatkan posisi tawar Indonesia agar mendapatkan alutsista dengan harga lebih terjangkau.

"Karena investasi dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, dapat dipastikan semua alat yang dibelanjakan bisa bekerja sama atau compatible dengan satu lainnya," tutur Rizal.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bocoran Senjata dan Teknologi 8 Kapal Perang Berbobot 6.500 Ton Buatan Eropa yang Dipesan Indonesia, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/06/11/bocoran-senjata-dan-teknologi-8-kapal-perang-berbobot-6500-ton-buatan-eropa-yang-dipesan-indonesia?page=all.


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved