BERITA CHINA
CHINA Merajalela, 28 Pesawat Tempur dan Pembom Masuk Langit Taiwan, Ambisi Xi Jinping Satukan China
Intimidasi China terhadap Taiwan memasuki babak krusial di mana yang terbaru militer Xi Jinping mengerahkan 28 pesawat berbagai jenis masuk Taipeh
TRIBUNBATAM.id - Intimidasi China terhadap Taiwan memasuki babak krusial, di mana 28 pesawat Negeri Panda masuk langit Taipeh.
Puluhan pesawat angkatan udara Beijing yang di antaranya jenis tempur dan pembom berkemampuan nuklir, masuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan, Selasa (15/6/2021).
Taiwan selama bertahun-tahun telah mengeluh tentang misi berulang oleh Angkatan Udara China di dekat wilayah mereka.
Tentara Xi Jinping terkonsentrasi di bagian Barat Daya zona pertahanan udaranya, dekat Kepulauan Pratas yang Taipe kuasai.
Baca juga: Beijing Getol Intimidasi Taiwan dari Laut dan Udara, Sosok Ini Sebut Sebenarnya China Bidik AS
Dilansir Reuters dari Kementerian Pertahanan Taiwan, misi China terbaru itu melibatkan 14 jet tempur J-16, enam jet tempur J-11, empat pembom H-6 serta pesawat peringatan dini.

Sekadar informasi pembom H-6 bisa membawa senjata nuklir, anti-kapal selam, juga peperangan elektronik
Menurut otoritas Tawain, itu adalah serangan harian terbesar sejak Kementerian Pertahanan Taiwan secara rutin, melaporkan kegiatan Angkatan Udara China di ADIZ Taiwan tahun lalu.
Kehadiran 28 pesawat Tiongkok itu sekaligus memecahkan rekor sebelumnya, yakni 25 pesawat pada 12 April lalu.
Kementerian Pertahanan Taiwan menambahkan, pesawat tempur Taiwan dikirim untuk mencegat dan memperingatkan pesawat militer China, sementara sistem rudal juga dikerahkan untuk memantau mereka.
Baca juga: China Terus Lakukan Provokasi, Kini Taiwan Mulai Terdesak Bahkan Akan Diserang
Pesawat China tidak hanya terbang di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas, tetapi para pembom dan beberapa pesawat tempur terbang di sekitar bagian Selatan Taiwan, dekat dengan ujung bawah pulau itu, menurut Kementerian Pertahanan Taiwan.
Kementerian Pertahanan China tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Menurut Pemerintah Taiwan, itu merupakan serangan terbesar hingga saat ini.
Meskipun tidak ada komentar langsung dari Beijing, berita itu muncul setelah para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) mengeluarkan pernyataan bersama pada Ahad (13/6/2021) yang memarahi China atas serangkaian masalah.

G7 menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, yang mendapat kecaman China dengan menyebutnya sebagai fitnah.
China selalu mengeklaim Taiwan adalah bagian dari wilayahnya.