Dari Mana Asal Usul Corona? Ahli Epidemiologi China Katakan AS Harus Prioritas Penyelidikan
Ahli epidemiologi senior China mengatakan, AS harus menjadi prioritas dalam fase penyelidikan selanjutnya tentang asal usul virus corona baru.
SHANGHAI, TRIBUNBATAM.id - Virus corona atau covid-19 di Indonesia mencapai 1,4 tahun.
Bukan malah berkurang, malah dampak virus masih saja terjadi. Pasien dimana-mana di Indonesia masih ditemukan.
Bahkan konon katanya, varian baru virus corona telah merebak di Indonesia.
Dampak global virus ini, telah membuat seluruh aktivitas manusia terganggu.
Sekolah daring, sulitnya lapangan kerja, aktivitas ekonomi secara global terganggu dan berbagai macam dampaknya lagi.
Baca juga: Aturan Baru Vaksinasi Covid-19 di GOR Temenggung Abdul Jamal Batam, Tak Cukup Bawa KTP
Indonesia pertama kali mengkonfirmasi kasus COVID-19 pada Senin 2 Maret 2020 lalu. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun.
Kasus pertama tersebut diduga berawal dari pertemuan perempuan 31 tahun itu dengan WN Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan terjadi di sebuah klub dansa di Jakarta pada 14 Februari 2020.
Untuk ditketahui bersama, China sendiri melaporkan ke WHO mengenai adanya beberapa kasus pneumonia aneh di Wuhan pada Desember 2019.
Dan diyakini ini pertama kali corona di dunia ditemukan yang kemudian merebak ke berbagai negara di belahan dunia.
Baca juga: RSKI Galang Masih Rawat 174 Pasien Covid-19, 7 Orang Dipulangkan Kamis 17 Juni 2021
Lantas pertanyaanya, Dari Mana Asal Usul Corona?
dikutip dari kontan.co.id (grup tribunbatam.id) berjudul "Asal usul virus corona, China sebut Amerika Serikat ( AS) harus jadi prioritas penyelidikan berikutnya" menyatakan AS harus menjadi prioritas dalam fase penyelidikan selanjutnya tentang asal usul virus corona baru.
Hal ini diungkapkan oleh seorang ahli epidemiologi senior China mengatakan,
Pernyataan itu keluar setelah sebuah penelitian menunjukkan, virus corona mungkin telah beredar di AS pada awal Desember 2019.
Baca juga: Ini 25 Gejala Covid-19 Versi WHO, Varian Baru Virus Corona Masuk dan Menyebar
Studi Institut Kesehatan Nasional AS (NIH) yang rilis pekan ini menemukan setidaknya tujuh orang di lima negara bagian Amerika Serikat terinfeksi virus corona baru, beberapa minggu sebelum Anegeri uak Sam melaporkan secara resmi kasus pertama.
Sebuah studi bersama oleh China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang terbut Maret lalu mengatakan, virus corona kemungkinan besar berasal dari perdagangan satwa liar di negeri tembok raksasa, dengan virus masuk ke manusia dari kelelawar melalui spesies perantara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/23012020virus-corona.jpg)