Pria Pembakar Gadis Cianjur Masih Simpan Dendam Kesumat Meski Kekasih Sudah Almarhum
Pria pembakar gadis di Cianjur masih menyimpan dendam kesumat pada seorang pria
TRIBUNBATAM.id - Dendam membara masih bersarang di dada Dede alias Bentar, pria yang bakar hidup-hidup gadis di Cianjur bernama Indah Diani.
Dendamnya terus disimpan meski kekasih yang dia bakar hidup-hidup itu sudah meninggal dunia.
Dendam Dede bukan pada Indah yang sudah almarhum, tapi pada pria yang dulu menggoda Indah.
Seperti yang sudah diberitakan, pada 1 Mei 2021 lalu Dede melakukan aksi tak terpuji. Dia membakar Indah Diani, kekasihnya di Kampung Kertajadi, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.
Beberapa hari dirawat di rumah sakit, nyawa Indah tak dapat tertolong.
Indah Daniarti meninggal dunia pada Senin (10/5/2021) pukul 23.46 WIB.
Dede mengatakan saat itu ia memang tengah mengincar seorang pria yang mencoba mendekati Indah.
Beberapa kali mengejar, Dede lalu ditenangkan oleh Indah.
Indah berupaya keras agar Dede tak lagi emosi.
"Sampai keempat kalinya terus yang terakhir ngebaikin saya,
saya dikasih obat, seharian kita main, saya sudah gak ingat karena konsumsi obat terlalu banyak sama dia itupun bareng, kita ngobat bareng-bareng," kata Dede dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas TV.
Dede mengaku tak ingat detik-detik ketika ia membakar Indah Diani.
"Pas terkahir yang saya ingat dia kena api, pas udah kejadian, makanya saya peluk. saya gak ngeh sama sekali kalau itu dia.
saya matiin (apinya), saya teriak-teriak, saya pun gak bisa merasakan panasnya api saking gak sadarnya, sampai sekarang hanya penasaran yang saya," kata Dede.
Dede mengaku berniat menikahi Indah setelah lebaran 2021.
"Saya mau menikah setelah lebaran, makanya saya udah ngomong sama orangtuanya, siapapun yang deketin dia urusannya sama saya,
udah saya bilang sama orang terdekatnya, kalau ada yang bawa dia, soalnya kan saya bukan main-main, mau serius, keluarganya pun udah mengetahui," kata Dede.
Dede mengaku tak berniat membakar Indah, apalagi hingga kekasihnya tewas.
Malah Dede mengaku sama sekali tak ingat awal mula cekcok dengan Indah Diani.
"Tidak ada terlintas mau bakar kekasih saya. makanya saya bilang saya pun tidak ingat kejadian itu,
saya pun tidak ingat cekcoknya karena apa. cuma kata orang-orang di sana, kan banyak, katanya kita cekcok masalah pernikahan.
saya gak inget, tau-tau inget-inget tangan udah kebakar, itu nolongin dia," kata Dede.
Dede menceritakan saat itu sedang berkumpul dengan teman-temannya.
Lalu ia dan Indah terlibat cekcok sampai menyuruh untuk membeli bensin.
"Kemudian dia lari saya lemparin bahan bakarnya ke dia, terus saya kejar,
kan ada api, langsung saya peluk dia, saya matiin apinya, terus saya gak lepasin pelukannya, ada anak-anak juga yang nyiram pakai air," kata Dede.
Setelah terbakar, Indah Diani lalu dibawa ke rumah dede.
Dede bercerita ia sempat meminta tolong pada tetangga, namun tak ada yang bereksi.
"Saya bawa ke rumah saya dulu, terus dia minta air sama saya, 'yang haus, yang panas'. terakhir kali dia bicara sama saya 'yang ambilin air', saya ambilin minum,
saya teriak panggilin dokter mungkin orang pada takut semua kan lihat saya yang melakukan, bukannya pada menolong malah menjauh, terus datang polisi saya pun panik, saya melarikan diri," kata Dede.
Dede berujar hingga kini masih menyimpan dendam pada seorang pria yang mendekati Indah Diani.
"Jujur dalam hati saya saya masih kesal sama laki-lakinya, di perasaan saya cuma kesal sama laki-laki kenapa harus ada dia di hidup kita,
keduanya kenapa pada saat itu saya dikasih obat harus saya makan sampai saya gak sadar gak ingat apapun yang saya lakukan ," kata Dede.
Setelah sempat buron beberapa hari, DB atau Dede berhasil ditangkap oleh polisi pada Senin (10/5/2021) malam bertepatan dengan korban menghembuskan napas terakhir.
Kapolres Cianjur AKBP Mokhamad Rifai mengungkapkan pelaku ditangkap di sebuah gubuk di tengah hutan di wilayah Kabupaten Bandung.
"Sempat buron, pelaku berhasil kami ringkus kemarin siang di sebuah gubuk di tengah hutan di wilayah Ciwidey, Kabupaten Bandung," ujar Rifai, Selasa (11/5/2021) Menurutnya pelaku nekat membakar korban karena cemburu.
"DB ini cemburu buta terhadap korban yang merupakan kekasihnya, sehingga gelap mata untuk menganiaya korban hingga akhirnya korban meninggal dunia," kata Rifai.
"Akibatnya, korban mengalami luka bakar cukup serius sehingga harus dirujuk ke Bandung," ujar dia.
"Namun, karena kondisinya kritis, dini hari tadi kami dapat laporan jika korban meninggal dunia," sambung Rifai.
Dalam konferensi pers di Mapolres Cianjur, Dede mengurai pengakuan mengejutkan.
Pengakuan tersebut terkait dengan penyebab Dede tega membakar Indah Daniarti hingga meninggal dunia.
Diakui Dede, ia nekat membakar sang kekasih lantaran cemburu usai melihat isi chat di HP Indah.
"Saya menyesal, Pak. Kami berencana menikah. Saya cemburu mengetahui isi chatting handphone-nya hingga saya gelap mata," kata Dede saat konferensi pers di Mapolres Cianjur, Selasa (11/5/2021).
Dede mengatakan, ia sempat menyuruh anak kecil untuk membeli Pertalite menggunakan jeriken kecil dan korek apinya.
Pertalite tersebut dibeli di pom mini terdekat.
Barang bukti berupa jeriken kecil, pemantik, dan handphone yang terjatuh menjadi petunjuk pihak kepolisian untuk mengungkap kasus.
"Kami sebelumnya memang bertengkar hebat," kata tersangka sambil menangis.
Saat ditanya alasan membakar pacarnya sendiri di Kampung Kertajadi, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, 1 Mei 2021, Dede menangis.
Dia mengaku sempat tak tega ketika Indah Diani berteriak minta tolong karena sangat kepanasan ketika api membakar sekujur tubuhnya.
Dede berniat memadamkan api yang membakar tubuh Indah Diani dengan cara memeluk, namun ia juga merasa kepanasan sehingga melepaskan pelukan dan melarikan diri.
EDITOR : AMINUDDIN/TRIBUNBATAM
TONTON YOUTUBE TRIBUN BATAM:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22-6-2021-kasus-pria-bakar-gadis-cianjur.jpg)