Minggu, 3 Mei 2026

Perekonomian Kepri Triwulan I 2021 Kian Membaik, Ini Poin Pemicunya

Perekonomian Kepri mengalami perbaikan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dibanding triwulan sebelumnya.

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/REBEKHA
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Musni Hardi Kasuma Atmaja 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan I 2021 mengalami kontraksi sebesar 1,19 persen (yoy).

Angka tersebut dinyatakan jauh lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 4,46 persen (yoy). 

Hal ini terungkap dalam Forum Ekonomi Kepri Volume 2. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Musni Hardi K. Atmaja mengatakan dari sisi pengeluaran, perekonomian Kepri didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi (PMTB) yang juga lebih baik dibanding triwulan sebelumnya. 

"Sejalan dengan perbaikan perekonomian global maupun domestik, perekonomian Kepri mengalami perbaikan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dibanding triwulan sebelumnya dan meningkatnya impor barang modal untuk peningkatan kapasitas produksi," paparnya.

Sementara itu, dari sisi lapangan usaha, perekonomian Kepri ditopang oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan dan Konstruksi.

"Dengan mempertimbangkan peningkatan konsumsi masyarakat seiring perbaikan perekonomian, implementasi UU Cipta Kerja, realisasi investasi yang tertunda,

beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, pengembangan KEK Nongsa Digital Park dan KEK Batam Aero Technic secara keseluruhan tahun pertumbuhan ekonomi Kepri diperkirakan dalam kisaran 3,25 persen - 4,25 persen," jelasnya.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, pada Mei 2021, Kepri mengalami inflasi sebesar 1,70 persen (yoy), meningkat dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya yakni sebesar 1,61 persen (yoy).

Inflasi pada Mei 2021 bersumber dari peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya. 

"Inflasi pada Mei 2021 menunjukkan bahwa permintaan masyarakat masih terjaga sejalan dengan perbaikan ekonomi yang masih terus berlangsung," tuturnya.

Hal tersebut juga tercermin dari hasil Survei Konsumen pada Mei 2021 yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen masih berada pada level optimis. 

Hasil survei tersebut mengindikasikan bahwa permintaan masyarakat masih kuat sejalan dengan pemulihan ekonomi. 

Sedangkan inflasi pada Juni 2021 diperkirakan berada di kisaran 0,00 – 0,40 persen (mtm). 

Dengan adanya sinergi dan koordinasi yang kuat dalam upaya pengendalian inflasi melalui TPID, inflasi Kepulauan Riau diperkirakan masih dapat dijaga dalam kisaran sasaran inflasi nasional tahun 2021 yaitu sebesar 3 ± 1 persen. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved