Perekonomian Kepri Triwulan I 2021 Kian Membaik, Ini Poin Pemicunya
Perekonomian Kepri mengalami perbaikan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dibanding triwulan sebelumnya.
"Upaya pengendalian tersebut terutama difokuskan untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan. Dalam perbaikan perekonomian juga mendorong kinerja perbankan di Kepri pada triwulan I 2021 terutama dalam penyaluran kredit (lokasi proyek) yang mengalami pertumbuhan serta penurunan risiko kredit," terangnya.
Pada Maret 2021, penyaluran kredit mengalami perbaikan tercermin dari kredit yang tumbuh positif 1,90 persen yoy, lebih baik dibandingkan Desember 2020 yang mengalami kontraksi 3,51 persen (yoy).
Perbaikan tersebut bersumber dari peningkatan kredit modal kerja dan investasi meski kredit konsumsi masih tumbuh melambat dan secara sektoral bersumber dari kredit lapangan usaha industri pengolahan yang tumbuh menguat.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Maret 2021 tumbuh 7,04 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan Desember 2020 yang disebabkan oleh penurunan jumlah giro, tabungan, dan deposito.
Secara keseluruhan proses intermediasi perbankan meningkat dicerminkan oleh Loan to Deposit Ratio (LDR) mengalami peningkatan dari 83,97 persen pada Desember 2020 menjadi 86,18 persen pada Maret 2021.
Peningkatan fungsi intermediasi tersebut disertai dengan terjaganya kualitas penyaluran kredit di Kepri yang tercermin dari Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 4,13 persen pada Maret 2021, menurun dibandingkan Desember 2020 sebelumnya sebesar 4,38 persen.
Dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi, keberhasilan program vaksinasi COVID-19 yang disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang baik di tengah masyarakat menjadi sangat penting.
Selain itu, upaya untuk terus mendorong beroperasi Lapangan Usaha (LU) utama yang produktif dan aman, terutama pada LU yang memiliki kontribusi besar dalam PDRB dan banyak menyerap tenaga kerja seperti Industri Pengolahan, Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi serta Penyediaan Akomodasi, Makan dan Minum, perlu terus dilakukan.
Sejalan dengan itu, akselerasi belanja Pemerintah Daerah terutama belanja modal dan infrastruktur sangat diperlukan guna memberikan multiplier effect dan mendorong optimisme sektor swasta dalam merealisasikan investasi.
Lebih lanjut, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif, beberapa hal dapat dilakukan antara lain :
1. Mendorong daya saing investasi melalui peningkatan efisiensi logistik, serta adanya insentif bagi industri berbasis Sumber Daya Alam lokal, terutama sektor maritim.
2. Mengoptimalkan peran industri melalui penguatan local value chain dengan mendorong pengembangan ekosistem pendukung industri, terutama penguatan kapasitas dan kelembagaan UMKM,
serta kemitraan industri dengan UMKM, lembaga pendidikan dan stakeholders terkait lainnya, untuk pemenuhan SDM (vokasi) dan riset/pengembangan produk substitusi impor agar dapat menghemat penggunaan devisa untuk pembayaran impor dan perbaikan defisit transaksi berjalan.
3. Mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan di daerah terutama melalui UMKM go digital baik pada sisi pemasaran melalui e-commerce maupun pembayaran antara lain menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS),
serta mengakselerasi program Elektronifikasi Transaksi Pemda melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang telah terbentuk seluruhnya baik di tingkat Provinsi maupun Kota atau Kabupaten.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1208bi-mengajar.jpg)