Breaking News:

Ketua Dekranasda Maratusholiha Ingin Tudung Manto Tetap Dilestarikan di Lingga

Ketua Dekranasda Lingga Maratusholiha berharap kerajinan tudung manto tetap dilestarikan di Lingga. Apalagi Lingga sudah mendapat HAKI atas itu

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Febriyuanda
Ketua Dekranasda Lingga gelar rakor, membahas kerajinan tudung manto, batik Lingga, dan tenun Lingga di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (23/4/2021) 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga Maratusholiha Nizar melaksanakan rapat koordinasi bersama anggota Dekranasda, Rabu (23/6/202).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Implasemen Dabo Singkep itu dihadiri oleh Kadis Perindag selaku Ketua Harian Dekranasda Lingga beserta staf, sekretaris dan anggota Dekranasda.

Saat ditemui seusai kegiatan, Ketua Dekranasda Lingga, Maratusholiha mengatakan, ada 3 fokus program yang akan Dekranasda kerjakan. Yakni terkait tudung manto, batik Lingga, dan tenun Lingga.

"Sesuai aturan dari HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), bahwa tudung manto itu adalah hak dari Kabupaten Lingga, dan adanya tudung manto itu sejak tahun 1978," kata Maratusholiha kepada TribunBatam.id.

Istri Bupati Lingga ini lalu menjelaskan, sesuai aturan Kementerian Hukum dan HAM, tudung manto itu tidak boleh diproduksi oleh selain Kabupaten Lingga.

Ketua Dekranasda Lingga gelar rakor, membahas kerajinan tudung manto, batik Lingga, dan tenun Lingga di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (23/4/2021)
Ketua Dekranasda Lingga gelar rakor, membahas kerajinan tudung manto, batik Lingga, dan tenun Lingga di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (23/4/2021) (tribunbatam.id/Febriyuanda)

"Kalau itu masih diproduksi, maka akan ada tindakan pidana. Tapi kan kita tidak boleh sampai ke sana (pidana-red), kita selesaikanlah secara kekeluargaan," tuturnya.

Ketua Dekranasda Lingga gelar rakor, membahas kerajinan tudung manto, batik Lingga, dan tenun Lingga di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (23/4/2021)
Ketua Dekranasda Lingga gelar rakor, membahas kerajinan tudung manto, batik Lingga, dan tenun Lingga di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (23/4/2021) (tribunbatam.id/Febriyuanda)

Maratusholiha menerangkan, ia bersama pihak Dekranasda dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga sudah menyusun rencana, agar Kabupaten/Kota lain tahu, bahwa tudung manto tidak boleh diproduksi di luar Kabupaten Lingga.

Ketua Dekranasda Lingga gelar rakor, membahas kerajinan tudung manto, batik Lingga, dan tenun Lingga di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (23/4/2021)
Ketua Dekranasda Lingga foto bersama seusai gelar rakor di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (23/4/2021) (tribunbatam.id/Febriyuanda)

Ia mengatakan, hak milik tudung manto itu harus benar-benar dijaga oleh Lingga, agar ke depannya para pengrajin atau pemasarannya tidak luput oleh waktu.

"SDM kita sudah luar biasa. Makanya nanti kita minta ke pihak desa-desa, kecamatan, untuk melatih membuat tudung manto. Supaya kerajinan tudung manto ini sampai kapanpun akan tetap hidup di Kabupaten Lingga," ucapnya.

Ketua Dekranasda Lingga gelar rakor, membahas kerajinan tudung manto, batik Lingga, dan tenun Lingga di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (23/4/2021)
Ketua Dekranasda Lingga gelar rakor, membahas kerajinan tudung manto, batik Lingga, dan tenun Lingga di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (23/4/2021) (tribunbatam.id/Febriyuanda)

Wanita yang juga sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Lingga ini juga menyampaikan, bahwa tudung manto sudah laris dipasarkan di luar Lingga, luar wilayah Kepri, hingga sampai ke luar negeri.

(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Lingga

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved