Sabtu, 9 Mei 2026

Remaja Santri Asal Lampung Dianiaya hingga Tewas Oleh Temannya Sesama Santri

Santri remaja asal Lampung tewas dianiaya oleh rekannya sesama santri di pesantren

Tayang:
kolase tribun bali
Ilustrasi penganiayaan - Seorang santri asal Lampung tewas dianiaya sesama santri di Ponorogo, Jawa Timur 

TRIBUNBATAM.id, PONOROGO - Di lantai atas di salah satu ruang kelas, M, seorang remaja 15 tahun diseret dan dianiaya oleh 4 temannya sesama santri, Selasa (22/6/2021) malam.

Pukulan demi pukulan dilayangkan sampai M kehabisan tenaga dan lemas.

Tak ada rasa belas kasihan, 4 santri pelaku penganiayaan terus bernafsu memukul.

Mereka bahkan tidak memberikan ampunan.

Aksi main hakim sendiri oleh empat santri itu disulut oleh masalah sepeleh, uang hilang Rp 100 ribu.

Meski cuma Rp 100 ribu, tapi akibatnya fatal, korban tewas tak berdaya.

Mirisnya, peristiwa tersebut terjadi di dalam ruang pesantren.

Tepatnya di salah satu pesantren di daerah Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.

M dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (24/6/2021).

Dilansir dari Tribun Jatim, pelaku penganiaya M yakni MN (18), YA (15), AM (15), dan AMR (15).

Korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun nyawanyatak tertolong.

Awal Mula Kejadian

Kejadian yang berakibat meninggalnya santri ini berawal saat korban dan keempat pelaku berada di ponpes.

Korban dituduh mencuri uang Rp 100 ribu.

"Awalnya korban dituduh mencuri uang rekan sesama santri sebesar Rp 100 ribu," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Ponorogo Ipda Gestik Ayudha Ningrum.

M mengakui pencurian tersebut.

Pengakuan M itu terungkap saat M dan keempat pelaku pengeroyokan dipanggil pengasuh ponpes.

"Oleh pengasuh santri dikumpulkan semua santri, ditanya diantara mereka apakah ada yang mengambil, korban mengakui kalau telah mengambil uang rekan sesama santri," sambung Ipda Gestik Ayudha Ningrum.

Usai dikumpulkan pengurus ponpes, keempat pelaku langsung membawa korban.

4 santri itu menarik korban ke lantai atas ruang kelas.

Di situ, korban dianiaya oleh pelaku hingga tak sadarkan diri.

Melihat korban tak sadarkan diri, dua pelaku pun melakukan tindakan.

Oleh kedua pelaku, korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis pada Selasa malam, lalu Kamis (24/6/2021) dini hari meninggal dunia.

"Rabu pagi hari dilaporkan (ke Polres) lalu tadi pagi dini hari meninggal dunia," ucap Gestik.

Gestik menyebutkan korban dipukul menggunakan tangan kosong hingga menyebabkan luka di bagian kepala.

"Saat ini pelaku sudah dilakukan penahanan," pungkas Gestik.

Kejadian lain: Santri Dikeroyok 17 Santri Lain

Kejadian serupa pernah terjadi dua tahun lalu.

Seorang santri tewas akibat dikeroyok santri lainnya.

Pengeroyokan terhadap santri RA (18) di asrama putra Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar didasari karena korban suka mencuri.

Kepala Reserse Satuan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi, mengatakan, pengeroyokan dilakukan oleh 17 orang santri yang juga teman korban.

Kejadian berlangsung Kamis (7/2/2019) malam.

Para pelaku merasa tidak senang dengan sikap korban yang kerap mencuri barang-barang milik temannya seperti ponsel, speaker, dan barang-barang lainnya.

Kejadian pengeroyokan terus berlangsung hingga Minggu (10/2/2019) malam.

"Pelaku marah kepada korban karena sudah sering mencuri. Meskipun sudah mengakui kesalahan dan minta maaf, korban tetap saja mencuri," ucap Kalbert dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Arti Mimpi Bertemu Ular, Bisa Jadi Akan Mendapat Keberuntungan

Pada Senin (11/2/2019) dini hari, aksi pengeroyokan santri ini diketahui oleh pihak asrama hingga akhirnya korban dilarikan ke RSUD Padang Panjang.

Kemudian, korban dirujuk lagi ke RSUP M Djamil Padang pada hari yang sama.

"Kami menemukan barang bukti berupa sepatu boat dan tangkai sapu yang patah, diduga digunakan untuk melakukan kekerasan terhadap korban," ucap Kalbert.

Setelah tak sadarkan diri selama sembilan hari, akhirnya korban mengembuskan nafas terakhir pada Senin (18/2/2019) sekitar pukul 06.22 WIB. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved