Ketua BPK Waswas Utang Luar Negeri Tumbuh Pesat, China Pengutang Nomor 1, Indonesia Urutan Berapa?
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna menyatakan kekhawatirannya terhadap kemampuan pemerintah untuk membayar utang luar negeri
TRIBUNBATAM.id - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna menyatakan kekhawatirannya terhadap kemampuan pemerintah membayar utang luar negeri berikut bunganya.
Firman menyebut indikator kerentanan utang tahun 2020 bahkan sudah melampaui batas yang direkomendasikan IMF dan International Debt Relief (IDR).
Sepanjang tahun 2020, utang pemerintah sudah mencapai Rp 6.074,56 triliun, meningkat pesat dibandingkan akhir tahun 2019 yang tercatat Rp 4.778 triliun.
Rasio debt service terhadap penerimaan sebesar 46,77 persen, yang angkanya melampaui rekomendasi IMF pada rentang 25-35 persen.
Hal tersebut Agung sampaikan dalam pidato pada Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (22/6/2021) lalu.
Bank Dunia mencatat hingga akhir 2019, total nilai utang luar negeri dari 120 negara berpendapatan menengah dan rendah mencapai 8,1 triliun dollar AS.
Berdasarkan data dalam laporan yang bertajuk International Debt Statistics 2021 yang dikutip Kompas.com, total nilai utang luar negeri (ULN) negara-negara tersebut meningkat 5,4 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bank Dunia mencatat, peningkatan utang luar negeri terjadi lantaran perubahan nilai tukar mata uang negara terhadap dollar AS dari tahun ke tahun.
Sebab, sekitar separuh dari utang luar negeri negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah berdenominasi mata uang selain dollar AS).
Baca juga: 10 Negara Pengutang Terbesar, Indonesia Peringkat Tujuh, Berikut Rincian Utang Luar Negeri 2015-2018
Utang luar negeri jangka panjang tercatat memiliki pertumbuhan yang paling pesat dibanding jenis utang lain, yakni tumbuh 7 persen menjadi sekitar 6 triliun dollar AS.
Jumlah tersebut setara dengan 73 persen dari total utang luar negeri.
Sementara, tingkat utang jangka pendek tumbuh moderat, yakni 1,5 persen menjadi sekitar 2,2 triliun dollar AS.
Bank Dunia melaporkan, negara dengan utang luar negeri terbesar adalah China.
Total utang luar negeri China setara dengan 26 persen dari keseluruhan total utang negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.
Total ULN China mencapai 2,1 triliun dollar AS. Nilai tersebut meningkat 8 persen bila dobandingkan dengan akhir 2018 lalu.
