Sabtu, 2 Mei 2026

VIRUS CORONA DI KEPRI

Satgas Covid-19 Kepri: Belum Ada Rencana Tentang Rumah Sakit Darurat

Lonjakan kasus covid-19 di Kepri begitu mengkhawatirkan. Satgas Covid-19 Kepri belum ada rencana membuat rumah sakit darurat. Apa alasannya?

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
tribunbatam.id/Endra Kaputra
COVID-19 KEPRI - Juru Bicara Satgas Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana. Pihaknya menyebut belum ada rencana pembuatan rumah sakit darurat untuk pasien virus corona. 

"Hunian pasien Covid-19 terutama yang bergejala yang ada di seluruh Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai rujukan sudah full. Kecuali yang RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi) Galang," ujar Rudi saat berada di Kantor Wali Kota Batam Lantai IV, Selasa (29/6/2021).

Rudi meminta kepada Direktur RSKI Galang, Kolonel Khairul Ihsan Nasution agar Rumah Sakit tersebut bisa digunakan kembali untuk pasien Covid-19 yang bergejala. Ia meminta 100 tambahan tempat tidur.

"Saya mohon kepada Pak Dandrem itu difungsikan kembali. Penambahan bed 100 untuk bergejala," ujar Rudi.

Ia melanjutkan, selain RSKI Galang, Rudi juga menjadikan Bapelkes dan Gedung Asrama Haji untuk pasien Covid-19 yang bergejala.

Sementara pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) akan dipindahkan ke Rusun.

Peta sebaran Covid-19 Batam per 28 Juni 2021
Peta sebaran Covid-19 Batam per 28 Juni 2021 (lawancoronabatam)

"Kita menyiapkan tempat darurat, seperti Bapelkes 180 bed. Tadi malam saya sudah MoU. Lalu Asrama Haji yang tadinya untuk OTG, kalau pasien semakin meningkat juga, Gedung Asrama Gajipun dijadikan untuk yang sakit. Nah yang OTG akan digeser ke Rusun," paparnya.

Total tambahan tempat tidur dari RSKI Galang dan Bapelkes sebanyak 280 bed.

Upaya ini berjaga-jaga apabila pasien Covid-19 tidak tertampung lagi di seluruh rumah sakit.

"Kalau di Asrama Haji bisa ditampung sampai 900an," katanya.

Sementara itu, untuk tenaga kesehatan di Asrama Haji, Rudi mengakui butuh dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepri.

Karena tak mungkin alat-alat medis yang ada di RS dipindahkan ke Asrama Haji.

"Kita meminta alat-alat medis dari Rumah Sakit Pemprov Kepri. Disanakan penduduknya tak terlalu banyak. Beda sama Batam yang penduduknya banyak," kata Rudi.

Ia menambahkan penanganan Covid-19 tetap berlanjut meskipun kasus meningkat. Memang ada beberapa faktor penyebabnya.

Tapi tak perlu khawatir, jumlah Covid meningkat tingkat kesembuhan juga meningkat.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat konfrensi pers mengumumkan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 penuh.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat konfrensi pers mengumumkan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 penuh. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Rudi juga mengingatkan untuk selalu menjalankan protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved