ASET KRIPTO
Ikuti China, Giliran Meksiko Larang Peredaran Bitcoin dkk
Menteri Keuangan Meksiko Arturo Herrera mengatakan mata uang kripto bukanlah mata uang yang bisa digunakan untuk transaksi di negara tersebut.
TRIBUNBATAM.id - Tak mengikuti jejal El Savador yang meresmikan mata uang kripto sebagai alat pembayaran yang sah, Meksiko justru melarang penggunaan mata uang kripto dalam sistem keuangan negara tersebut.
Hal tersebut menambah panjang daftar negara yang larang mata uang digital seperti bitcoin, Ethereum, dan lainnya.
Seperti diketahui belum lama ini, China sudah melarang keras aktivitas penambangan serta perdagangan mata uang kripto.
Sebelumnya beberapa negara seperti Rusia, Vietnam, Bolivia, Columbia, dan Ekuador juga melakukan hal yang sama.
Baca juga: Batam Logistics Ecosystem Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi di Batam
Dilansir dari Coindesk, Selasa (29/6/2021), Menteri Keuangan Meksiko Arturo Herrera mengatakan, mata uang kripto bukanlah mata uang yang bisa digunakan untuk transaksi di negara tersebut.
Di sisi lain, ia juga menegaskan, aset kripto bukanlah aset yang legal diperdagangkan di Meksiko.
"Larangan tersebut diperkirakan tidak akan dicabut dalam jangka pendek," ujar Herrera dalam presentasi di depan Gugus Tugas Aksi Keuangan atau Financial Action Task Force, sebuah kelompok anti pencucian uang global.
Baca juga: OJK Tekan Pinjol Ilegal, Segera Terbitkan Aturan Baru
Pengumuman Herrera diberikan setelah sebelumnya, miliarder asal Meksiko, Ricardo Salinas Pliego mengatakan, ia tengah berupaya untuk membuat Banco Asteca, bank pertama di Meksiko, untuk menerima aset kripto.
Salinas sendiri merupakan Chairman dari Grupo Salinas, induk perusahaan dari bank tersebut. Pengumuman yang diberikan oleh Herrera tidak secara eksplisit diungkapkan untuk menanggapi ungkapan Salinas.
Namun, tanggapan Herrera diberikan beberapa jam setelah pengumuman dari Salinas.
Dalam keterangan bersama sepanjang empat halaman, Bank Sentral Meksiko, Kementerian Keuangan, serta Komisi Sekuritas dan Perbankan Nasional Meksiko secara spesifik menegaskan mata uang kripto bukan aset perdagangan yang legal atau mata uang yang bisa ditransaksikan di negara itu.
Sebagai tambahan, regulatir pun memberi peringatan mengenai risiko penggunaan mata uang kripto. Tiga entitas tersebut menegaskan kembali peringatan yang sebelumnya pernah diberikan pada tahun 2014, 2017, dan 2019 mengenai risiko aset kripto.
"Institusi keuangan di Meksiko tidak diizinkan untuk melayani transkasi dengan aset virtual seperti bitcoin, ether, XRP, dan lainnya," tulis keterangan resmi tersebut.
Selain itu, keterangan tertulis tersebut juga menegaskan, setiap insitusi keuangan yang tetap melayani kegaitan dengan mata uang kripto tanpa izin dianggap telah melanggar aturan dan akan dikenai sanksi.
Untuk diketahui, Meksiko merupakan basis dari Bitso, sebuah platform perdagangan mata uang kripto terbesar di Amerika Latin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/mata-uang-kripto.jpg)