HUMAN INTEREST
Kisah Bripda Josua Sibarani, Anak Petani Berhasil Jadi Polisi, Sempat 2 Kali Gagal Tes
Sebelum lulus tes masuk polisi 2017 lalu, Bripda Josua Sibarani pernah merasakan dua kali gagal masuk polisi. Hingga di tes ketiga, ia berhasil
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Menjadi polisi perbatasan, sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh Bripda Josua Sibarani.
Namun hal itu kini menjadi suatu kenikmatan tersendiri yang ia rasakan.
Ia betah bertugas di daerah perbatasan, tepatnya di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Terlebih Josua memiliki hobi travelling.
Ia pun sering menggunggah foto-foto kegiatannya di media sosial instagram, yang kini memiliki pengikut 18 ribu followers.
Baca juga: Hari Bhayangkara 2021, Polres Natuna Ziarah Taman Makam Pahlawan Bandarsyah
Terlahir dari keluarga seorang petani, membuat Josua tidak patah semangat.
Baginya kehidupan orang itu berbeda-beda. Josua bertekad ingin sukses dengan mengikuti tes kepolisian.
Meski pun ia pernah dua kali gagal tes masuk polisi.
Kegigihannya berbuah hasil. Hingga akhirnya pada tahun 2017 Josua dinyatakan lulus seleksi masuk Polri.
"Tahun 2014 itu saya ikut tes di Sampali, Medan dan gagal karena psikotes. Akhirnya saya putuskan pindah ke Kepulauan Riau dengan menumpang hidup di rumah kakak dan saat itu langsung urus pindah KTP ke Bintan.
Karena syaratnya waktu itu domisili pendatang untuk tes polisi minimal 1 tahun," ucap Josua, pada Kamis (1/7/2021).
Akhirnya sambil menunggu domisili KTP dan KK, Josua memutuskan mengisi waktu luangnya dengan bekerja sebagai karyawan sales di salah satu pusat perbelanjaan.
"Waktu itu saya kerja jadi sales dari 2014 sampai 2016 dan memutuskan resign untuk ikut tes polisi lagi," ujarnya.
Sayangnya ketika akan mendaftar, Josua mendapatkan informasi bahwa ada peraturan baru yang menyebutkan pendatang dengan domisili satu tahun, hanya boleh mengikuti tes polisi yakni Tamtama Brimob dan Akpol.
Untuk yang pendatang yang ingin mendaftar Bintara, harus 2 tahun domisili dengan bukti KTP serta KK.
"Tapi saya gagal lagi di pantauhir karena belum rezeki kali ya. Saya ambil tes polisi Tamtama Brimob," tuturnya.
Tidak ingin menyerah sampai di situ, Josua tetap gigih ingin ikut tes polisi di tahun berikutnya.
"Saya masih mau coba lagi, akhirnya saat itu bisa daftar Bintara dan tahun itu umur terkahir saya mengikuti polisi, kan batasnya 21 tahun. Puji Tuhan akhirnya saya lulus di usia saya ke-21 tahun dan segalanya dilancarkan," ungkapnya penuh haru.
Dari didikan orang tuanya, Josua mengaku bisa sabar dan semangat menggapai cita-citanya.
Kesabarannya diuji saat ia masih duduk di bangku SMP pada tahun 2011.
Josua kehilangan ibunya yang waktu itu meninggal dunia. Mulai saat itu, ia belajar mengurus segala sesuatunya sendiri, seperti memasak, menyiapkan perlengkapan untuk ke sekolah.
"Karena ayah saya kerja di ladang, kami lima bersaudara saat itu sudah harus bisa belajar mandiri," katanya.
Saat ini Bripda Josua bertugas di Polsek Siantan. Meski harus mengabdi di perbatasan, ia menikmati setiap tempat bertugas. Baginya bekerja bisa sambil travelling adalah anugerah yang tidak bisa dinikmati kebanyakan orang.
"Kebetulan saya hobi travelling, kalau ada waktu luang saya biasanya luangkan waktu ke tempat wisata di sini. Kan pantainya bagus-bagus," sebutnya.
Selama menjadi polisi, ia tak menampik ada suka duka yang dirasakan. Ada kalanya merasa bosan dan jenuh, ingin merasakan keramaian kota.
"Seperti saya kan orang tua di Medan. Paling ada rasa kangen saja ke ayah. Karena kondisi wilayah kita cukup jauh dan harus nyebrang laut, apalagi sekarang lagi covid-19. Jadi belum bisa ketemu orang tua," ucapnya.
Selama bertugas di Kepulauan Anambas, menurutnya sangat menarik. Penduduk di Anambas ia akui sangat ramah dan baik. Kemudian tindak pidana di Kepulauan Anambas juga jarang.
"Semua hal tentang Anambas ini bagi saya menarik, apalagi dari segi wisatanya, ditambah lagi saat ini sinyal telekomunikasi juga sudah bagus di sini," sebutnya.
Di hari ulang tahun (HUT) ke-75 Bhayangkara, Bripda Josua Sibarani berharap Polri semakin dipercaya masyarakat dalam mengemban tugas dan bisa saling bekerja sama dengan masyarakat.
Pesannya bagi muda mudi generasi penerus yang bercita-cita ingin menjadi polisi, tetap semangat dan terus mengejar cita-cita.
"Jangan menjadikan pekerjaan polisi sebagai sarana untuk pamer dan ikut-ikutan," katanya.
(Tribunbatam.id/Rahma Tika)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Human Interest Story
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0107bripda-josua-sibarani.jpg)