Selasa, 2 Juni 2026

ANAMBAS TERKINI

Bunga Langka Raflesia Patma Tumbuh di Hutan Batu Tabir Kepulauan Anambas

Bunga langka Raflesia Patma tumbuh di Hutan Batu Tabir Desa Tarempa Selatan Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau

Tayang:
TRIBUNBATAM/RAHMATIKA
Bunga langka Raflesia Patma ditemukan di hutan Batu Tabir, desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kepulauan Anambas. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Siapa yang menduga, ternyata bunga langka Raflesia Patma ditemukan di Hutan Batu Tabir, desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kepulauan Anambas.

Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Kepulauan Anambas terkenal dengan letak geografisnya yang berada di perbatasan laut Natuna Utara dan sebelah barat berbatasan dengan laut Tiongkok Selatan.

Bunga langka Raflesia Patma tumbuh subur di hutan yang disebut warga sekitar yaitu Batu Tabir.

Sebelumnya warga sekitar tidak mengetahui bahwa bunga yang tumbuh ditengah hutan ini merupakan bunga langka.

Pasalnya, dahulu kala mereka menjadikan bunga Raflesia Patma yang masih berbentuk bulat hitam ini sebagai ramuan obat kampung.

Menurut keterangan salah satu warga setempat yang sering mendatangi keberadaan bunga ini mengatakan, tidak semua orang beruntung bisa melihat bunga raflesia mekar.

“Banyak orang yang datang ke sini, bahkan dari luar juga ada, tapi mereka selalu tidak dpaat melihat bunga ini mekar, sebab ada waktu-waktu tertentu di mana bunga ini akan mekar, biasanya saat musim hujan, dan itupun tidak lama, hanya beberapa hari saja,” ujar Julian, warga desa Tarempa Selatan, Minggu (4/7/2021).

Bunga langka Raflesia Patma ditemukan di hutan Batu Tabir, desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kepulauan Anambas.
Bunga langka Raflesia Patma ditemukan di hutan Batu Tabir, desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kepulauan Anambas. (TRIBUNBATAM/RAHMATIKA)

Jarak tempuh dari rumah warga menuju lokasi bunga raflesi sekitar 800 meter, dengan jalan kaki bisa menghabiskan waktu selama satu jam.

Perjalanan menuju bunga raflesi tidaklah mudah.

Kita akan dihadapi dengan jalanan yang cukup terjal, di sampingnya terdapat jurang. Namun masih ada kebun milik warga yang tidak jauh dari lokasi keberadaan bunga raflesia.

Dikatan oleh Unit Pelayanan Terpadu (UPt) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit VI Anambas, ada tujuh titik lokasi bunga raflesia patma yang telah ditemukan oleh pihaknya.

“Di hutan Batu Tabir ini ada tujuh lokasi, masih ada beberapa lokasi lagi yang akan kita survei, rencananya akan kita jadikan lokasi ekowisata yang bisa dikelola oleh masyarakat,” ujar Kepala UPT KPHP Unit VI Anambas, Haeri Yanto.

Adapun bunga raflesia ini pertama kali ditemukan warga sudah sejak lama, namun baru diketahui bahwa ini bunga langka pada tahun 2016 silam.

Seperi yang dikatakan oleh Cakra Jaya (52), dulunya bunga ini dijadikan obat oleh warga sekitar.

Masa tumbuh bunga ini tidaklah lama, hanya beberapa hari saja.

“Tergantung jenis tingkatan bunganya, ada yang dia mekar hanya 15 hari, dan paling lama ada yang 20 hari, setelah itu dia akan layu dan menghitam,” terang Cakra.

Sementara itu besar bunga ini juga bervariasi, ada yang sebesar ember dan ada juga yang sebesar mangkok. Diperkirakan diameter bunga raflesia ini 35-40 centimeter.(Tribunbatam.id/Rahma Tika)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved