Minggu, 12 April 2026

Kisah Rehabeam, Raja Pertama Kerajaan Yehuda yang Bertahta di Israel Selatan

Rehabeam menggantikan ayahnya Salomo sebagai raja Yehuda pertama pada usia 41 tahun dengan masa pemerintahan selama 17 tahun

Istimewa
Ilustrasi Rehabeam saat jadi Raja 

TRIBUNBATAM.id -  Israel dulu disebut ada di dalam kerajaan besar bersatu yang terdiri dari 12 suku Israel putra Yakub (Jacob).

Rajanya yang cukup terkenal yakni raja Saul, raja Daud dan Raja Salomo.

Dikutip dari buku 'The Kings of Judah' karangan Dr. Brian J. Bailey, pada masa Rehabeam, putra Raja Salomo, kerajaan bersatu terbagi menjadi dua, yakni Kerajaan Israel yang juga disebut kerajaan Utara dan Yehuda yang disebut kerajaan Selatan.

Kerajaan Israel didiami oleh 10 suku Israel dan kerajaan Yehuda terdiri dua suku saja, yakni Yehuda dan Benyamin.

Rahabeamlah yang kemudian bertahta di selatan dan menjadi raja pertama dari 20 raja yang duduk di atas tahta Kerajaan Yehuda.

Rehabeam menggantikan ayahnya Salomo sebagai raja Yehuda pertama pada usia 41 tahun dengan masa pemerintahan selama 17 tahun.

Di bawah ayahnya, Salomo, orang-orang dikenai pajak yang sangat besar untuk membayar semua proyek pembangunan yang dilaksanakan pada masa pemerintahannya.

Baca juga: Misteri Prasasti Kuno Firaun Merneptah dan Hilangnya 10 Suku Israel Putra Yakub

Ilustrasi Rehabeam saat jadi Raja
Ilustrasi Rehabeam saat jadi Raja (Istimewa)

Proyek pembangunan sebuah tempat di Milo oleh Salomo, yang sebelumnya sebuah daerah terbuka yang menjadi akses yang mudah untuk ke Bait Allah dari mereka yang datang dari utara, mungkin dianggap menyusahkan oleh suku-suku di utara.

Karenanya, setelah kematian Salomo segera muncul kegelisahan rakyat khawatir bahwa Rehabeam akan mengambil kebijakan memungut pajak yang besar, suatu kebijakan yang (dianggap) pro selatan seperti ayahnya.

Para penasihat tua yang sebelumnya dari pemerintahan Salomo menasihatinya agar ia menurunkan pajak agar disukai oleh rakyatnya, sementara para penasihat muda, para kroni raja yang baru, menyuruhnya agar ia meningkatkan pajak guna meningkatkan kewibawaannya.

Rehabeam berpihak dengan para penasihat muda dan berkata kepada rakyatnya,

Suku-suku di utara menarik pengakuan mereka terhadap keabsahan pemerintahan keluarga Daud dan menyatakan kemerdekaannya.

Yerobeam bin Nebat ditunjuk sebagai raja atas mereka, dan negara pecahan mereka dikenal sebagai Kerajaan Israel Utara atau Kerajaan Israel.

Baca juga: Trah Yahudi Dikenal Cerdas, Apa Sebenarnya yang Diajarkan Sekolah di Israel?

Sosok Rehabeam

Sifat sombong yang disebut-sebut membuat Kerajaan Israel pecah menjadi dua kerajaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved