Kisah Rehabeam, Raja Pertama Kerajaan Yehuda yang Bertahta di Israel Selatan
Rehabeam menggantikan ayahnya Salomo sebagai raja Yehuda pertama pada usia 41 tahun dengan masa pemerintahan selama 17 tahun
Kerajaan Israel bagian Utara yang terdiri dari sepuluh suku, yaitu keturunan Yusuf yang dihitung sebagai dua suku ditambah dengan delapan suku lain yang berada di bawah pimpinan Raja Yerobeam.
Kerajaan Israel bagian Selatan (selanjutnya disebut sebagai Kerajaan Yehuda) terdiri dari Suku Yehuda (suku yang menurunkan raja-raja Yehuda), Suku Benyamin, dan Suku Lewi (Sebagai catatan, suku ini tidak ikut diperhitungkan dalam hal pemetaan wilayah karena seharusnya Suku Lewi mendiami kota-kota perlindungan yang letaknya tersebar di seluruh Israel.
Oleh karena itu, Kerajaan Yehuda umumnya disebut sebagai terdiri dari dua suku saja, yaitu suku Yehuda dan suku Benyamin).
Nubuat tentang pecahnya Kerajaan Israel ini telah disampaikan sebelumnya kepada Yerobeam oleh Nabi Ahia (1 Raja-raja 11:29-37).
Saat menyampaikan nubuat tersebut, Nabi Ahia telah mengingatkan bahwa kesuksesan Raja Yerobeam bergantung pada ketaatannya kepada perintah Tuhan (1 Raja-raja 11:38). Sayangnya, Raja Yerobeam tidak mengindahkan peringatan tersebut (2 Tawarikh 11:13-15).
Lebih menyedihkan, Raja Rehabeam tidak belajar dari kesalahannya. Sesudah menjadi kuat, ia kembali bersikap sombong sehingga ia bukan hanya kehilangan wilayah kekuasaannya, tetapi ia juga kehilangan kekayaannya (2 Tawarikh 12:9-10).
Ketaatan kepada Tuhan harus dilakukan seumur hidup, sehingga ketaatan menuntut ketekunan.
Sangat menyedihkan bahwa Raja Salomo dan Raja Rehabeam hanya taat dengan setengah hati, padahal ketaatan setengah hati sama dengan ketidakpastian.
Kisah Raja Salomo dan Raja Rehabeam ini mengingatkan orang-orang Yahudi di pembuangan dan kita pada masa kini untuk bertekun dalam ketaatan! (*)
Sebagian Artikel terbit di TribunManado.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/4-7-2021-ilustrasi-raja-rehabeam.jpg)