VIRUS CORONA DI BATAM
Nestapa Pedagang di Batam Keluhkan Jam Malam, 'Sampai Kapan Begini Terus'
Pedagang di Batam yang biasa berjualan malam hari keluhkan pemberlakuan jam malam oleh Pemko Batam untuk mencegah penyebaran corona.
Ia mengakui, sejumlah tindakan Tim Satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan berbeda-beda. Tergantung tingkat pelanggarannya.
"Ada kursi dan meja diangkut. Tapi nanti silakan ambil lagi ke kantor camat. Dengan catatan, ke depan betul-betul memerhatikan protokol kesehatan," katanya lagi.
Sejak jam malam diberlakukan, lanjut Salim, sejumlah titik keramaian di Batam memang menjadi atensi pihaknya.
Oleh sebab itu, patroli pun akan terus dilakukan agar tiap titik keramaian dapat dikontrol dan tak menjadi pusat penyebaran Covid-19.
"14 hari ke depan memang cukup ketat. Tadi malam saja, kami patroli ke WTB, Mustofa Plaza, Pasir Putih, Bengkong Golden City, sekitar Sei Panas, Seraya, Harbour Bay, Pacific dan Kampung Bule," ungkapnya.
Dimana, patroli dilakukan sampai pukul 00.00 WIB. Tindakan ke tiap titik juga berbeda-beda, seperti di kawasan Welcome to Batam, pihaknya membubarkan kerumunan di sana.
Bahkan, di beberapa titik kuliner yang ramai pengunjung, Tim Satgas Covid-19 tak segan-segan untuk meminta pedagang segera menutup kedainya. Tidak ada tawar menawar
"Seperti areal sekitar belakang dutamas.
Depan kampus Politeknik juga kami cek. Kafe Cetroo dan Lintas Coffee juga sudah kami kumpulkan petugas dan tamu untuk diarahkan," ucapnya.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Virus Corona di Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pedagang-di-batam-ketar-ketir-jam-malam.jpg)