Jumat, 15 Mei 2026

HUMAN INTEREST

Cerita Tenaga Kesehatan Batam dr Mugia Ramadhan Wakafkan Diri Selama Pandemi

Kasi Penunjang Medik RS Soedarsono Dharmosoewito itu bahkan harus mengesampingkan khawatirnya selama bertugas saat pandemi Covid-19.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id/Istimewa
Tenaga kesehatan Rumah Sakit Soedarsono Dharmosoewito, dr. Mugia Ramadhan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pandemi covid-19 begitu menyita perhatian tenaga kesehatan.

Termasuk bagi dr Mugia Ramadhan.

Kasi Penunjang Medik RS Soedarsono Dharmosoewito itu bersama rekannya boleh dibilang mewakafkan diri di tengah situasi sulit ini.

Mugi bahkan harus mengesampingkan kekhawatirannya selama bertugas.

Terlebih dengan anak pertamanya yang masih balita.

Protokol kesehatan begitu ia juga. Begitu pula harapannya dengan warga Kepri menjaga protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

Sejak pandemi Covid-19 melanda Kota Batam, hampir semua lini kehidupan berubah.

Pola hidup dan tingkah laku Warga Batam pun disesuaikan dengan dampak dari virus ini.

Mengingat, hampir seluruh kecamatan di Batam sudah berstatus Zona Merah Covid-19.

Kondisi ini pun membuat banyak orang resah dan khawatir.

Mugi memandang jika Penanganan Covid - 19 seharusnya menjadi atensi seluruh pihak.

Tak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat secara keseluruhan.

"Di situasi sulit ini, kita harus bergotong royong agar semua pulih kembali," ujar Mugi kepada TribunBatam.id, Rabu (7/7/2021).

Selama bertugas, Mugi mengatakan jika pelayanan terhadap seluruh pasien menjadi prioritas utama dirinya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meledak, Batam Butuh Bantuan Tenaga Kesehatan Tambahan

Baca juga: Penerimaan CPNS 2021 Kepri, Lingga Buka 112 Tenaga Kesehatan, 139 Tenaga Teknis

Tak pernah ada pembedaan antara pasien umum atau lainnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved